Inovatif! SDN Rajeg 5 Hadirkan Absensi Barcode, Gerakan Bebas Mengajar Bikin Guru Lebih Fokus pada Siswa

oleh -54 Dilihat
oleh
banner 468x60

KABUPATEN TANGERANG, Cybernewsnasional.com – Inovasi digital di dunia pendidikan terus berkembang. SDN Rajeg 5, Kabupaten Tangerang, menghadirkan terobosan melalui program Gerakan Bebas Mengajar, yang memanfaatkan aplikasi absensi berbasis barcode untuk membantu menyederhanakan administrasi sekolah sekaligus memperkuat komunikasi antara guru dan orang tua siswa.

Program ini menjadi langkah positif dalam mendorong pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah. Dengan dukungan sistem digital, guru diharapkan dapat mengurangi waktu yang tersita untuk pekerjaan administratif dan lebih fokus pada kegiatan belajar mengajar, pendampingan siswa, serta pembentukan karakter peserta didik.

banner 336x280

Kepala SDN Rajeg 5, Nani Rukmini, S.Pd., mengatakan aplikasi tersebut masih terus disempurnakan dan dikembangkan seiring pelaksanaan Gerakan Bebas Mengajar yang melibatkan guru, siswa, dan wali murid.

Menurutnya, program ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pendidikan sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik antara sekolah dan keluarga.

Penggagas Gerakan Bebas Mengajar, Khaerudin, S.Pd., menjelaskan bahwa gagasan tersebut berangkat dari pengalaman pribadinya saat menjadi guru honorer di salah satu sekolah swasta sejak 2016.

Kala itu, ia merasakan bahwa berbagai pekerjaan administratif, mulai dari penyusunan modul, pembuatan soal, hingga rekapitulasi absensi, membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

“Ketika menjadi guru honorer, saya merasakan sendiri bagaimana pekerjaan administrasi menyita banyak waktu. Menyusun modul, membuat soal, hingga merekap absensi membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Akibatnya, waktu untuk mendampingi murid menjadi berkurang,” jelas Khaerudin. Kamis (15/10/2026).

Berangkat dari pengalaman tersebut, Khaerudin bersama dua rekannya mulai mendiskusikan dan mengembangkan gagasan Gerakan Bebas Mengajar pada periode 2020–2024. Pengembangan aplikasi kemudian memasuki tahap pembangunan pada akhir 2025.

Aplikasi tersebut mulai diuji coba di SDN Rajeg 5 pada 5 Januari 2026 dengan melibatkan lima guru. Dalam perkembangannya, jumlah pengguna meningkat menjadi 18 guru, 176 siswa, dan 86 wali murid aktif.

Capaian tersebut menjadi modal awal bagi pengembangan program sekaligus membuka peluang penerapan konsep serupa di sekolah lain. Khaerudin menyebutkan, sejumlah sekolah mulai menunjukkan ketertarikan terhadap inovasi tersebut.

Kolaborasi Tiga Penggagas, Padukan Pendidikan dan Teknologi
Gerakan Bebas Mengajar dikembangkan oleh tim yang terdiri atas tiga orang dengan keahlian berbeda, sehingga aspek pedagogik, sosialisasi, dan teknologi dapat saling melengkapi.

Fikri Zamzami Jaya Hikmat, S.Pd., berperan dalam merancang desain pedagogik dan mengembangkan konten pembelajaran. Khaerudin, S.Pd., berfokus pada mobilisasi serta sosialisasi program kepada para guru.

Sementara itu, Manurul Hidayat bertanggung jawab atas pengembangan teknis teknologi informasi, desain antarmuka pengguna atau user interface/user experience (UI/UX), serta pengelolaan server.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan solusi digital yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga memperhatikan kebutuhan nyata di lingkungan pendidikan.

Melalui program ini, tim pengembang berharap guru memiliki kesempatan lebih besar untuk mengenali potensi setiap siswa, mendorong kreativitas, memperluas pengetahuan, dan membangun karakter anak.

“Melalui program tersebut, kami ingin mendorong guru agar lebih banyak mencurahkan perhatian kepada peserta didik, mulai dari kreativitas, pengembangan pengetahuan, hingga pembentukan karakter anak,” ujarnya.

Perkuat Sinergi Sekolah dan Orang Tua
Selain membantu pengelolaan administrasi sekolah, aplikasi absensi berbasis barcode ini diharapkan memudahkan orang tua memperoleh informasi mengenai kehadiran anak serta memperkuat komunikasi dengan pihak sekolah.

Keterlibatan wali murid menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan. Dengan komunikasi yang lebih baik, sekolah dan orang tua diharapkan dapat membangun kerja sama dalam memantau perkembangan serta kebutuhan peserta didik.

Meski masih dalam tahap penyempurnaan, Gerakan Bebas Mengajar di SDN Rajeg 5 menunjukkan upaya positif dalam mengembangkan inovasi pendidikan berbasis teknologi.
Ke depan, pengembangan program ini diharapkan tidak hanya membantu meningkatkan efektivitas administrasi, tetapi juga memperkuat kualitas interaksi antara guru dan siswa.

Gerakan Bebas Mengajar membawa semangat bahwa teknologi bukan sekadar alat untuk mempermudah pekerjaan sekolah, melainkan sarana untuk mengembalikan lebih banyak waktu dan perhatian guru kepada peserta didik.

***(Arno)***

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.