JAKARTA.Cybernewsnasional.com-Sejumlah warga Jakarta Utara mengeluhkan maraknya pemungutan dana yang mengatasnamakan Palang Merah Indonesia (PMI). Warga mengaku dipungut iuran di lingkungan RT setempat, sementara anak-anak mereka juga dimintai sumbangan serupa di sekolah. Kamis (8/10)
”Di lingkungan RT dipinta, terus di sekolah anak juga dimintai 10 000 ( sepulu ribu rukiah ,” ujar salah satu warga jakarta utara yang merasa keberatan dengan beban ganda tersebut.
Praktik lapangan ini memicu sorotan karena bertolak belakang dengan beredarnya imbauan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Pramono Anung yang menegaskan agar tidak ada lagi pungutan dalam bentuk apa pun yang mengatasnamakan PMI di wilayah Jakarta.
Pramono menegaskan bahwa larangan tersebut berlaku secara menyeluruh, baik untuk pungutan yang berdalih wajib maupun sumbangan sukarela.
”Mau sukarela, mau enggak, tetap tidak boleh,” tegas Pramono.
Ia menjelaskan bahwa fasilitas dan dukungan anggaran yang dialokasikan Pemprov DKI Jakarta untuk PMI sudah sangat memadai. Oleh karena itu, tidak ada lagi alasan bagi pihak PMI maupun pengurus wilayah untuk menarik dana dari masyarakat.
Penulis : Sunarno
Sumber : Dari Segala Sumber











