TANGERANG, Cybernewsnasional.com — Ribuan jamaah memadati Masjid Jami Nurul Falah, RW 01, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Minggu (13/9/2026), dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Maulid Nabi tahun ini mengangkat tema “Maulid Nabi sebagai Momentum Memperbaiki Akhlak dan Mempererat Persaudaraan.”
Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Periuk Jaya Muhdi Komarudin, Bhabinkamtibmas, Babinsa, para pengurus DKM, Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ribuan jamaah dari berbagai wilayah.
Suasana semakin semarak dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh KH. Darwin Hasibuan, Qori Internasional asal Medan. Sementara tausiyah Maulid Nabi disampaikan oleh KH. Abdullah Arifin Asikin, yang dikenal dengan sebutan Arjuna Muda, dari Sukabumi.
Dalam ceramahnya, KH. Abdullah Arifin Asikin mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keteladanan Rasulullah dapat menjadi pedoman dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta menghindari perselisihan.
“Maulid Nabi hendaknya menjadi momentum bagi kita semua untuk memperbaiki akhlak. Rasulullah SAW telah memberikan teladan bagaimana membangun persaudaraan, menghormati sesama dan menjaga kehidupan bermasyarakat,” pesan KH. Abdullah Arifin Asikin dalam tausiyahnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah masyarakat. Perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat, menurutnya, hendaknya tidak menjadi alasan untuk saling menjauh, melainkan menjadi bagian dari kekuatan dalam membangun kebersamaan.
Lurah Periuk Jaya Muhdi Komarudin mengapresiasi pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri ribuan jamaah tersebut.
Menurut Muhdi, kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi memiliki nilai penting dalam memperkuat silaturahmi sekaligus membangun kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis.
“Peringatan Maulid Nabi ini bukan hanya untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi bagaimana kita bisa mengambil keteladanan beliau dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga akhlak, kerukunan dan persaudaraan,” ujar Muhdi.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan dalam kehidupan bermasyarakat di Kelurahan Periuk Jaya.
“Semoga kegiatan seperti ini semakin mempererat silaturahmi antarwarga dan menjadi bagian dari upaya kita bersama membangun masyarakat Periuk Jaya yang aman, rukun dan religius,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua RW 01 Kelurahan Periuk Jaya, Roni menyampaikan bahwa antusiasme ribuan jamaah menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dan kehidupan keagamaan masyarakat.
“Alhamdulillah, kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dapat terlaksana dengan baik dan dihadiri ribuan jamaah. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab kita untuk terus menjaga kebersamaan dan persaudaraan,” ujarnya.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan tahunan, tetapi dapat memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana keteladanan Rasulullah SAW bisa kita terapkan. Mulai dari menjaga tutur kata, menghormati tetangga, saling membantu dan menjaga persatuan di lingkungan,” katanya.
Dalam tausiyahnya, KH. Abdullah Arifin Asikin (Arjuna Muda) menekankan bahwa salah satu tujuan utama memperingati Maulid Nabi adalah menghidupkan kembali kecintaan umat kepada Rasulullah Muhammad SAW sekaligus meneladani akhlaknya.
“Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita pentingnya akhlak mulia. Karena itu, kecintaan kepada Nabi harus diwujudkan melalui perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.
“Jangan sampai kita rajin beribadah, tetapi masih mudah menyakiti orang lain. Mari kita jadikan Maulid Nabi ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperbaiki akhlak dan mempererat persaudaraan,” pesannya.
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Nurul Falah tersebut ditutup dengan doa bersama.
Ribuan jamaah kemudian meninggalkan lokasi dengan tertib, membawa semangat untuk terus menjaga silaturahmi, persatuan dan nilai-nilai akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
***(Red)***











