Awal Chairuddin Lepas Timnas Soft Tennis ke Asian Games 2026: Jadilah Duta Bangsa dan Perjuangkan Merah Putih

oleh -56 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA.Cybernewsnasional.com-Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia (PP Pesti), Irjen Polisi Dr. Awal Chairuddin, M.Si., melepas Tim Nasional (Timnas) Soft Tennis Indonesia yang akan berlaga pada The 20th Asian Games Aichi-Nagoya Jepang 2026.

Momen pelepasan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban melalui makan siang bersama para atlet, pelatih dan ofisial di Deheng House, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2026). Dalam kesempatan itu, Awal Chairuddin memberikan motivasi sekaligus pesan penting kepada para atlet agar tampil maksimal dan menjaga nama baik Indonesia selama berada di Jepang.

banner 336x280

Asian Games 2026 Aichi-Nagoya akan resmi dibuka pada 19 September dan berlangsung hingga 4 Oktober 2026. Timnas Soft Tennis Indonesia dijadwalkan bertolak menuju Jepang pada 15 September untuk menjalani persiapan akhir sebelum memasuki arena pertandingan.

Awal Chairuddin menegaskan, keikutsertaan para atlet bukan sekadar membawa misi olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari tugas sebagai duta bangsa. Karena itu, ia meminta seluruh atlet menjaga sikap, disiplin dan sportivitas, baik di dalam maupun di luar lapangan.

“Teman-teman nanti akan bertemu dengan atlet dari berbagai cabang olahraga dan negara lain. Saya berpesan, tampil maksimal dan jalankan peran sebagai duta bangsa. Kita berharap tidak ada hal yang merugikan nama Indonesia selama di Jepang. Yang kita harapkan hanya hal-hal yang membanggakan Merah Putih,” ujar Awal.

Ia juga mengingatkan para atlet bahwa keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknik. Menurutnya, terdapat empat fondasi yang harus terus dijaga, yakni fisik, teknik, mental dan sportivitas.

“Fisik, teknik, mental dan sportivitas harus terus dijaga. Empat hal ini harus berjalan bersama. Kalau kita tidak memiliki empat hal tersebut, tentu kita akan sulit bersaing. Karena itu, saya minta seluruh atlet tetap fokus, percaya diri dan memberikan kemampuan terbaik,” tegasnya.

Awal juga menyampaikan bahwa PP Pesti telah menetapkan target prestasi pada Asian Games 2026. Namun, target tersebut bukan menjadi batas bagi perjuangan para atlet. Ia membuka peluang bagi Timnas Soft Tennis Indonesia untuk memberikan kejutan dengan capaian yang lebih tinggi.

“Secara target kita menyiapkan satu medali perak dan dua medali perunggu. Tetapi namanya pertandingan olahraga, segala kemungkinan bisa terjadi. Tidak menutup kemungkinan hasilnya lebih dari target yang sudah kita tetapkan. Yang penting, jangan pernah berhenti berusaha dan bermain maksimal,” katanya.

Lebih jauh, Awal menaruh harapan besar agar perjuangan tujuh atlet Indonesia di Aichi-Nagoya mampu menghadirkan kebanggaan bagi masyarakat Tanah Air. Ia bahkan berharap lagu Indonesia Raya dapat berkumandang di arena Asian Games.

“Teman-teman ini adalah perwakilan bangsa Indonesia. Kita semua menaruh harapan kepada tujuh atlet kita. Mudah-mudahan perjuangan mereka bisa membanggakan Indonesia dan kita bisa mendengarkan lagu Indonesia Raya berkumandang di Asian Games Nagoya,” tutur Awal.

Selain berbicara mengenai Asian Games, Awal juga menyoroti pentingnya pemerataan pembinaan soft tennis di Indonesia. Saat ini, komposisi atlet nasional masih didominasi sejumlah daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Kalimantan Timur.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah PP Pesti untuk memperluas pembinaan hingga ke berbagai provinsi sehingga kelak muncul lebih banyak atlet potensial dari daerah-daerah lain.

“Kita ingin ke depan ada minimal satu atau dua atlet dari setiap provinsi yang mampu berjuang di tingkat nasional maupun internasional. Saat ini kita masih melihat atlet banyak berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur dan DKI Jakarta. Mudah-mudahan nantinya muncul atlet dari Sulawesi Selatan, Sumatera Utara dan provinsi lainnya,” ungkapnya.

Persiapan menuju Asian Games 2026 sendiri telah dilakukan melalui program pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang disusun secara intensif. Tim juga telah menjalani try out internasional di Korea Selatan, masing-masing di Incheon dan Suncheon, sebagai bagian dari pematangan sebelum menghadapi persaingan di Jepang.

Sekretaris Jenderal PP Pesti, Buyung Wijaya Kusuma, mengatakan rangkaian uji coba internasional tersebut memiliki arti penting dalam mengukur perkembangan atlet sekaligus membangun kepercayaan diri menghadapi lawan-lawan dari negara dengan tradisi kuat di cabang soft tennis.

“Uji coba internasional penting untuk membangun rasa percaya diri atlet. Dari sana kami bisa melihat sejauh mana kesiapan mereka, termasuk bagaimana mereka menghadapi tekanan dan karakter permainan lawan sebelum tampil di pertandingan sesungguhnya,” kata Buyung.

Buyung menambahkan, persiapan yang relatif singkat membuat tim pelatih menerapkan program latihan dengan intensitas tinggi. Para atlet menjalani latihan dua sesi setiap hari, pagi dan sore, dengan waktu pemulihan yang lebih terfokus pada akhir pekan.

Sementara itu, Manajer Timnas Soft Tennis Indonesia, Ferly Montolalu, menegaskan bahwa target prestasi yang dibawa ke Asian Games 2026 tetap menjadi motivasi utama tim. Indonesia membidik medali dari sektor beregu putra dan ganda campuran yang dinilai menjadi salah satu peluang terbaik untuk bersaing.

“Target kita tetap dua medali, khususnya dari beregu putra dan ganda campuran. Kami menyadari persaingan di Asia sangat ketat karena Jepang, Korea Selatan dan China Taipei memiliki kekuatan yang sangat baik. Karena itu, kesiapan fisik, teknik dan mental menjadi kunci,” ujar Ferly.

Ferly yang akan mendampingi tim bersama pelatih atlet putra Prima Simpatiaji dan pelatih atlet putri Gularso Muljadi, juga menegaskan bahwa komposisi tim terus dievaluasi. Persaingan di dalam pelatnas sengaja dijaga agar setiap atlet memiliki motivasi untuk menunjukkan performa terbaik.

“Komposisi atlet masih terus kami evaluasi. Tiga bulan pertama menjadi periode penting untuk melihat perkembangan masing-masing pemain. Kami ingin memastikan atlet yang nantinya tampil benar-benar mereka yang paling siap dan mampu memenuhi standar performa,” jelasnya.

Sistem evaluasi tersebut sekaligus membuka peluang bagi atlet di luar pelatnas untuk bersaing mendapatkan tempat, terutama karena proses entry by name masih memungkinkan adanya perubahan hingga batas akhir pendaftaran.

Dengan persiapan yang semakin mendekati tahap akhir, Timnas Soft Tennis Indonesia kini berada di gerbang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tujuh atlet yang terdiri dari lima putra dan dua putri akan membawa bukan hanya ambisi medali, tetapi juga harapan untuk mengangkat nama Indonesia di panggung olahraga Asia.

Daftar Atlet Timnas Soft Tennis Indonesia Asian Games 2026 diantaranya,

• Putra

Tio Juliando Hutahuruk – Jawa Barat

Fernando Sanger – Jawa Barat

Rizky Zammy – Kalimantan Timur

Bagus Angga Boedy P – DKI Jakarta

Reza Pahlefi – Jawa Tengah

•Putri

Siti Nur Arasy – DKI Jakarta

Allif Nafiiah – Jawa Tengah

 

(Sunarno)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.