Dari Balik Jeruji, Lantunan Al-Qur’an Menggema: Warga Binaan Lapas Kelas I Medan Buka MTQ Helvetia ke-59

oleh -61 Dilihat
oleh
banner 468x60

MEDAN, Cybernewsnasional.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan kembali menegaskan komitmennya dalam pembinaan yang humanis dan bermartabat dengan turut menghadiri Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Medan Helvetia ke-59 Tahun 2026 M/1447 H, yang digelar di Masjid Asy-Syakirin, Sabtu (7/2/2026).

Momentum penuh makna tercipta ketika seorang warga binaan Lapas Kelas I Medan dipercaya membacakan ayat suci Al-Qur’an dalam rangkaian pembukaan MTQ. Meski tengah menjalani pidana dengan vonis berat dan berada pada masa akhir hukuman, warga binaan tersebut mampu menghadirkan lantunan ayat suci yang menggema khidmat, menyentuh hati para hadirin.

banner 336x280

Kehadiran warga binaan dalam pembukaan MTQ ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual dan kemanusiaan. Dari balik tembok pemasyarakatan, nilai-nilai keimanan terus tumbuh dan memberi harapan akan perubahan.

Acara pembukaan MTQ berlangsung khusyuk dan dihadiri unsur pemerintah kecamatan, tokoh agama, serta masyarakat Kecamatan Medan Helvetia. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars MTQ, hingga pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh warga binaan Lapas Kelas I Medan.

Camat Medan Helvetia, Junedi, selaku pengundang kegiatan, menyampaikan apresiasi atas partisipasi Lapas Kelas I Medan. Ia menilai keterlibatan warga binaan dalam pembukaan MTQ merupakan pesan kuat tentang nilai kemanusiaan dan keberhasilan pembinaan keagamaan.

“MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi sarana membangun iman dan kebersamaan. Kehadiran warga binaan hari ini menunjukkan bahwa pembinaan berjalan dan memberi ruang bagi perubahan,” ujar Junedi.

Dalam kegiatan tersebut, Lapas Kelas I Medan diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan, Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas), Kepala Seksi Keamanan, serta jajaran staf Kamtib, Pengamanan, dan Bimkemas.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menegaskan bahwa pembinaan spiritual merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter warga binaan.

“Bagi siapa pun, termasuk warga binaan dengan hukuman terberat sekalipun, pintu perubahan dan perbaikan diri tidak pernah tertutup,” tegasnya.

Melalui momentum MTQ ke-59 ini, Lapas Kelas I Medan kembali menunjukkan bahwa pemasyarakatan bukan semata tempat menjalani hukuman, melainkan ruang pembinaan yang menumbuhkan iman, akhlak, dan harapan menuju masa depan yang lebih baik.

***(Mardhianes)***

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.