Peringati Sumpah Pemuda, PWI Pokja Jaksel Gelar Dialog Wawasan Kebangsaan untuk Pelajar

oleh -179 Dilihat
banner 468x60

​JAKARTA.Cybernewsnasional.com-Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kelompok Kerja (Pokja) Wali Kota Jakarta Selatan menggelar pembinaan dan pemantapan Wawasan Kebangsaan bagi pelajar tingkat SMA/SMK sederajat se-Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026).

​Kegiatan edukatif yang berlangsung di Ruang Rapat Antasari, Gedung C, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan ini bertujuan memperkuat nilai-nilai nasionalisme, menangkal radikalisme, serta membentengi generasi muda dari bahaya narkoba, tawuran pelajar, dan penyebaran berita hoaks.

banner 336x280

​Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menegaskan pentingnya pemahaman wawasan kebangsaan dan pencegahan tawuran di era pesatnya perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, insan pers memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus menyajikan informasi berimbang.

​”Dialog wawasan kebangsaan ini menjadi penting dengan menghadirkan para pelajar SMA dan SMK agar mereka memahami bahwa di tengah era globalisasi, persatuan dan kesatuan harus terus dipupuk bersama. Insan pers juga memiliki peran strategis untuk memberikan informasi profesional demi mencegah potensi tawuran di masyarakat,” ujar Syafrin.

​Syafrin juga berharap para tenaga pendidik yang mendampingi acara tersebut dapat meneruskan pemantapan materi kebangsaan ini di lingkungan sekolah masing-masing.

​Sementara itu, Ketua PWI Pokja Wali Kota Jakarta Selatan, Joni Matondang, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan bentuk tanggung jawab moral insan pers dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui aksi nyata di dunia pendidikan.

​Joni menilai maraknya berita bohong dan gangguan ketertiban seperti tawuran antar-pelajar sudah pada tahap yang memprihatinkan. Oleh karena itu, edukasi langsung menjadi langkah penting untuk membekali generasi muda.

​”Kita tidak harus memanggul senjata untuk berkarya bagi bangsa. Cukup dengan melakukan hal baik, mencetak prestasi, serta tidak menyebarkan informasi hoaks yang menghasut. Mari kita cintai bangsa ini dengan sebaik-baiknya,” tegas Joni.

​Dukungan serupa disampaikan Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0504/JS, Mayor Inf. Dicson Abislom. Ia menekankan bahwa pembangunan karakter dan kepemimpinan generasi muda perlu ditanamkan sejak dini agar mereka tidak terpengaruh arus negatif.

​”Pergeseran nilai di kalangan anak muda saat ini terjadi sangat cepat. Melalui wawasan kebangsaan ini, kita berikan pemahaman agar mereka mampu membedakan hal yang baik dan buruk serta membentengi diri dari pengaruh negatif,” tuturnya.

​Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan Manusia, Dicky Krishnawardana, memberikan apresiasi atas inisiatif PWI Pokja Jakarta Selatan. Menurutnya, pencegahan tawuran merupakan perhatian serius Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

​Dicky mengingatkan para siswa bahwa aksi tawuran tidak membawa manfaat dan hanya merugikan masa depan. Pemprov DKI Jakarta pun tidak segan mengambil tindakan tegas bagi pelaku.

​”Sesuai arahan Bapak Gubernur, pelaku tawuran dapat dikenakan sanksi tegas berupa pencabutan KJP maupun KJMU, serta tertutupnya berbagai kesempatan di masa depan. Mari fokus mengejar cita-cita dan berani katakan tidak pada tawuran,” jelas Dicky.

​Sebagai penutup pembekalan, Ketua PWI Provinsi DKI Jakarta, Kesit Budi Handoyo, memberikan literasi media mengenai cara mendeteksi berita bohong (hoaks). Kesit menjelaskan ciri utama hoaks, antara lain penggunaan judul provokatif yang bombastis, sumber tidak jelas, tata bahasa yang buruk, serta adanya desakan untuk segera disebarkan.

​Ia mencontohkan kasus hoaks yang sempat memicu keresahan pada Maret 2026 terkait isu penutupan sejumlah platform media sosial oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

​”Faktanya, aturan tersebut adalah penerapan Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 yang mengatur penonaktifan akun khusus anak di bawah usia 16 tahun pada platform berisiko tinggi, bukan pemblokiran layanan secara keseluruhan. Oleh karena itu, sikap bijak dalam bermedia sosial sangat krusial,” terang Kesit.

​Kegiatan dialog interaktif ini dihadiri oleh 200 duta pelajar serta 65 tamu undangan. Acara ini terselenggara atas kolaborasi multi-pihak, melibatkan Kesbangpol Jakarta Selatan, Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Selatan, Bank Jakarta, Baznas (Bazis) Jakarta Selatan, serta jajaran guru pendamping SMA/SMK se-Jakarta Selatan.

( Kiki )

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.