Bertahan Selama Satu Dekade, NPCT1 Beberkan Kinerja Operasional yang Kuat

oleh -197 Dilihat
Direktur NPCT1 Abdul Azis, saat memberikan keterangan kepada awak media.
banner 468x60

Jakarta, Cybernewsnasional.com – New Priok Container Terminal One (NPCT1) telah memperingati 10 tahun perjalanan operasionalnya pada Agustus 2026. Sejak mulai beroperasi pada Agustus 2016, NPCT1 telah menangani sekitar 11 juta TEUs secara kumulatif hingga September 2026.

Pencapaian ini mencerminkan peran NPCT1 yang terus berkembang sebagai salah satu operator terminal dalam mendukung konektivitas perdagangan dan logistik Indonesia di dalam ekosistem Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

banner 336x280

Pencapaian tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan NPCT1, yang dimulai dengan kedatangan MV Uni Perfect, kapal kontainer yang dioperasikan oleh Evergreen sekaligus menandai pelayanan komersial pertama yang sandar di terminal, pada 18 Agustus 2016 silam.

Dalam satu dekade perjalanannya, NPCT1 terus memperkuat kapabilitas operasionalnya. Secara kumulatif, throughput NPCT1 mencapai 1 juta TEUs pada 2018, 5 juta TEUs pada 2022, dan 10 juta TEUs pada 2025. Pada 2026, NPCT1 mencatat kinerja operasional sebesar 1.243.951,75 TEUs selama periode Januari hingga September, meningkat 8% dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 1.155.159,5 TEUs.

“Selama 10 tahun terakhir, NPCT1 terus memperkuat kapabilitas terminal untuk merespons dinamika operasional dan pertumbuhan kebutuhan yang terus berkembang. Kami meningkatkan proses operasional, menghadirkan solusi digital, menambah armada peralatan operasional, serta mempercepat penerapan peralatan dan infrastruktur yang semakin berkelanjutan. Berbagai pengembangan tersebut mendukung NPCT1 dalam menangani lebih dari 11 juta TEUs sejak 2016, dengan tetap memberikan perhatian kuat terhadap efisiensi operasional, kebutuhan customer, keandalan layanan, dan keselamatan,” terang Abdul Azis selaku Direktur NPCT1, kepada awak media, pada Selasa (27/10/2026).

Kinerja dan pengembangan NPCT1 juga didukung oleh kolaborasi yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, KSOP Tanjung Priok, Bea dan Cukai Tanjung Priok, Kantor Pusat Pelindo serta Pelindo Regional/Cabang Tanjung Priok, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Kepolisian Sektor Kalibaru, Balai Besar Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan, asosiasi industri, media massa, masyarakat sekitar, customer, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam ekosistem kepelabuhanan dan logistik.

Memperkuat Ketahanan Operasional Selama Satu Dekade

Selama satu dekade terakhir, NPCT1 terus memperkuat ketahanan operasional dalam menghadapi berbagai tantangan, antara lain melalui:

1. Yard Planning NPCT1 mengembangkan dan menggunakan Yard Planning Monitoring Dashboard untuk memantau utilisasi lapangan (yard) dan kinerja perencanaan secara berkelanjutan.

Sistem ini memungkinkan tim operasional mengoptimalkan kapasitas lapangan, meningkatkan kelancaran arus peti kemas, serta mendukung efisiensi kegiatan kapal maupun operasional di sisi darat.

2. Truck Booking System (TBS), Gate Pass Management, dan Koordinasi Lintas Pemangku Kepentingan
Untuk mengelola kedatangan truk kontainer, NPCT1 menerapkan Truck Booking System (TBS) dan pengelolaan gate pass yang terkendali.

Langkah ini membantu menjaga keseimbangan arus kegiatan penerimaan peti kemas (receiving) dan pengeluaran peti kemas (delivery), memastikan kelancaran operasional di gerbang (gate), serta meminimalkan potensi kepadatan lalu lintas pada periode puncak.

NPCT1 juga terus memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan dengan melibatkan regulator, asosiasi industri, dan berbagai pemangku kepentingan terkait lainnya untuk menyelaraskan pengaturan operasional dan menjaga kelancaran kegiatan terminal.

3. Backload Operations untuk Mendukung Kinerja Kapal
NPCT1 menerapkan aktivitas backload serta pengaturan kegiatan bongkar dan muat secara terukur untuk mengoptimalkan produktivitas kapal. Pendekatan ini membantu menjaga kinerja kapal, mengurangi tekanan terhadap okupansi dermaga, serta memastikan keberlangsungan layanan, khususnya pada periode dengan tingkat permintaan operasional yang tinggi.

Sejalan dengan penerapan berbagai praktik operasional tersebut, NPCT1 juga terus memperkuat kapabilitas terminal. Pengembangan armada peralatan NPCT1 selama satu dekade meliputi:

a. Quay Cranes (QC): 8 unit pada 2016 menjadi 9 unit pada 2026
b. Rubber Tyred-Gantry (RTG): 20 unit pada 2016 menjadi 29 unit pada 2026
c. Prime Movers (PM): 44 unit pada 2016 menjadi 51 unit pada 2026

Dari sisi bisnis atau komersial, NPCT1 juga terus memperluas konektivitas sejak mulai beroperasi pada 2016. Dari yang semula melayani empat perusahaan pelayaran, kini NPCT1 terhubung dengan jaringan perusahaan pelayaran yang lebih luas, menghubungkan terminal dengan 30 pelabuhan utama di berbagai rute perdagangan Asia serta Amerika Serikat dan Eropa.

Layanan dan pengalaman customer juga terus berkembang selama satu dekade terakhir. NPCT1 memperkenalkan Express Container Online System (ECON), platform digital billing yang dirancang untuk memudahkan transaksi, khususnya bagi beneficial cargo owner dan freight forwarder dalam mengelola gate pass, transaksi billing, serta berbagai pengaturan operasional.

Layanan ini kemudian dikembangkan lebih lanjut melalui ECON+ pada 2024.
NPCT1 juga menerapkan SAFE Pay pada 2022, sebuah solusi pembayaran digital yang dirancang untuk menyederhanakan transaksi serta memungkinkan proses yang lebih cepat dan transparan. Inisiatif lainnya adalah Dual Cycle yang diterapkan pada 2024.

Sistem ini memungkinkan truk mengambil peti kemas ekspor, mengantarkannya ke terminal, sekaligus mengambil peti kemas impor dalam perjalanan yang sama. Inisiatif tersebut dirancang untuk membantu menekan biaya logistik dengan meningkatkan efisiensi operasional dan utilisasi truk.

Pada awal 2026, NPCT1 juga memperkenalkan layanan Customer Care melalui telepon, email, dan WhatsApp, sebagai bagian dari upaya memperkuat komitmen terhadap layanan yang efisien, andal, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

Keberlanjutan sebagai Bagian dari Pengembangan Jangka Panjang

Keberlanjutan telah menjadi bagian integral dari pengembangan operasional NPCT1 sejak 2016. Selama satu dekade terakhir, terminal secara bertahap menerapkan berbagai inisiatif yang bertujuan meningkatkan efisiensi energi, mengurangi emisi, serta mendorong transisi menuju operasional terminal yang lebih bersih.

Salah satu tonggak penting adalah penambahan empat unit RTG bertenaga listrik pada 2019, yang kemudian dilanjutkan dengan implementasi fase pertama pengembangan solar photovoltaic (PV) pada 2024.

Dengan kapasitas 610 kWp, sistem solar PV tersebut diproyeksikan dapat mengurangi emisi karbon hingga 584 ton per tahun. Pada 2025, NPCT1 menambahkan satu unit QC elektrik dan lima unit RTG hybrid, yang mendukung kapasitas operasional terminal hingga 1,5 juta TEUs per tahun.

Pada Januari 2026, NPCT1 kembali mempercepat program elektrifikasi peralatan dengan mengalihkan tujuh dari total 51 unit truk internal atau Prime Movers menjadi unit listrik, menjadikan NPCT1 sebagai operator terminal pertama di Jakarta yang melakukan transisi tersebut.

Ke depan, NPCT1 sedang mengembangkan solar PV fase kedua, yang diproyeksikan dapat mengurangi emisi karbon sekitar 280 ton per tahun. Terminal juga berencana menambah dua unit RTG elektrik dan secara bertahap mengonversi 10 unit RTG hybrid menjadi sepenuhnya bertenaga listrik.

Berbagai inisiatif tersebut diproyeksikan dapat mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 600.000 liter serta menurunkan emisi karbon sekitar 1.000 ton per tahun.

Keselamatan sebagai Fondasi dan Tumbuh Bersama Masyarakat

Selama satu dekade terakhir, NPCT1 juga mengalami transformasi signifikan dalam budaya keselamatan, yang didukung oleh berbagai inisiatif Health, Safety, Security, Environment (HSSE) yang proaktif serta upaya berkelanjutan di seluruh area terminal.

Transformasi tersebut tercermin dalam tiga aspek utama. Pertama, dari sekadar kepatuhan berkembang menjadi tanggung jawab bersama di seluruh tingkatan organisasi. Kedua, keselamatan semakin terintegrasi dengan keunggulan operasional, keberlangsungan bisnis, dan keberlanjutan lingkungan.

Ketiga, kepemimpinan dalam memperkuat aspek keselamatan semakin berperan aktif dalam mendorong personel, khususnya di lini depan untuk memperkuat kesadaran dan akuntabilitas terhadap keselamatan di seluruh terminal.

Seiring dengan pertumbuhan NPCT1 selama satu dekade, perkembangan operasional terminal juga berjalan berdampingan dengan masyarakat sekitar Kalibaru, Jakarta Utara, tempat terminal beroperasi.

NPCT1 menyadari bahwa pengoperasian terminal tidak hanya berkaitan dengan kegiatan operasional, tetapi juga membangun hubungan yang konstruktif dengan masyarakat di sekitarnya.

Selama bertahun-tahun, NPCT1 telah mendukung berbagai inisiatif masyarakat di Kalibaru, termasuk kegiatan di bidang pendidikan, kesehatan, pengembangan masyarakat, dan kesejahteraan sosial. Berbagai inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya NPCT1 untuk menjaga hubungan yang bermakna dengan masyarakat sekitar serta memberikan kontribusi positif bagi wilayah tempat perusahaan beroperasi.

“Sepuluh tahun perjalanan operasional memberikan kesempatan bagi kami untuk melihat kembali perjalanan yang telah kami lalui bersama seluruh karyawan, customer dan kepercayaan serta dukungan yang terus diberikan, regulator, asosiasi industri, media massa, dan masyarakat di sekitar kami. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus tumbuh secara bertanggung jawab, memperkuat operasional, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan dan para pemangku kepentingan yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami,” ujar Azis mengakhiri. (KN)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.