OMC Bantu Sejukkan Jakarta pada Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara di Lima Wilayah Membaik

oleh -317 Dilihat
banner 468x60

​JAKARTA.Cybernewsnasional.com-Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menciptakan kondisi udara yang lebih nyaman melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menunjukkan perkembangan positif pada hari pertama Jakarta Running Festival (JRF) 2026, Sabtu (24/10/2026). Udara Jakarta pada Sabtu pagi terasa lebih sejuk, diiringi dengan penurunan konsentrasi polutan secara signifikan di lima wilayah kota administrasi.

​Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melalui Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU), konsentrasi polutan PM2,5, PM10, dan sulfur dioksida (\text{SO}_2) cenderung menurun pada Sabtu pagi, khususnya pada rentang pukul 04.00–07.00 WIB.

banner 336x280

​Penurunan Polutan di Berbagai Wilayah

​Jakarta Selatan: Konsentrasi PM2,5 pada pukul 04.00–05.00 WIB turun hingga berada di kisaran 12–32 mikrogram per meter kubik (\mu\text{g/m}^3), berada jauh di bawah nilai baku mutu 55 \mu\text{g/m}^3.

​Jakarta Utara: Kawasan pesisir mencatat penurunan konsentrasi PM2,5 hingga kisaran 9–17 \mu\text{g/m}^3 pada pukul 04.00–07.00 WIB.

​Jakarta Pusat, Barat, & Timur: Tren penurunan serupa juga terpantau di tiga wilayah ini. Di Jakarta Pusat, konsentrasi PM2,5 dan PM10 pada pagi hari berada dalam kisaran 12–43 \mu\text{g/m}^3.

​DLH DKI Jakarta menjelaskan bahwa penurunan polutan ini dipengaruhi oleh kondisi meteorologi, dinamika aktivitas emisi lokal, serta efektivitas dari OMC. Hujan yang dipicu melalui modifikasi cuaca membantu membersihkan partikulat di atmosfer melalui proses wet deposition (deposisi basah).

​”Pemantauan SPKU menunjukkan kecenderungan penurunan konsentrasi polutan di lima wilayah Jakarta pada Sabtu pagi. Kondisi ini dipengaruhi berbagai faktor meteorologi, termasuk kemungkinan kontribusi OMC. Namun, analisis lanjutan masih diperlukan untuk memastikan besarnya pengaruh masing-masing faktor dan keberlanjutan perbaikan kualitas udara,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi.

​Dukungan OMC dan Water Mist untuk JRF 2026

​Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, menyampaikan bahwa OMC dilaksanakan untuk mengoptimalkan potensi hujan alami demi kenyamanan masyarakat, termasuk lebih dari 37.000 peserta JRF dari 48 negara.

​”Alhamdulillah, sesuai harapan, pada hari pertama Jakarta Running Festival kondisi udara Jakarta terasa lebih nyaman. Kami terus memantau perkembangan cuaca bersama BMKG agar pelaksanaan OMC dapat dilakukan secara tepat sasaran,” ujar Marulitua.

​Laporan BPBD mencatat OMC telah dilaksanakan dalam empat sorti penerbangan pada 21–23 Oktober menggunakan pesawat PK-SNH berisikan bahan semai Natrium Klorida (NaCl). Penyemaian difokuskan di kawasan penyangga seperti Bogor, Depok, Bekasi, dan Jakarta Selatan.

​Operasi tersebut memicu hujan dengan intensitas bervariasi di sekitar Jakarta. Pada Jumat (23/10), hujan ringan hingga sedang berhasil mengguyur Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan.

​Selain OMC, Pemprov DKI juga menyemprotkan kabut air (water mist) di sejumlah rute lintasan JRF 2026. Aksi ini dikerjakan oleh Suku Dinas LH Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan bekerja sama dengan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta.

​Respon Positif Peserta

​Kondisi udara yang sejuk ini dirasakan langsung oleh Dwi, salah satu peserta JRF 2026 asal Jakarta Selatan.

​”Pagi ini udaranya lumayan adem, jadi lebih enak buat lari. Tadi juga ada penyemprotan air di beberapa titik. Cukup membantu, apalagi kalau sudah mulai ramai dan matahari naik,” tutur Dwi.

​BPBD DKI Jakarta bersama BMKG akan terus memantau dinamika cuaca sebagai dasar evaluasi penyemprotan dan modifikasi cuaca berikutnya, guna memastikan kelancaran dan kenyamanan peserta hingga hari kedua penyelenggaraan, Minggu (25/10/2026).

 

(Sunarno)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.