Kekuatan Jejaring Pesantren Dukung Kemerdekaan RI, Sejarah Peringatan Hari Santri Nasional

oleh -587 Dilihat
Ilustrasi Hari Santri Nasional.
banner 468x60

Cybernewsnasional.com — Peringatan hari santri nasional di Indonesia setiap tanggal 22 Oktober merefleksikan sejarah besar peran Pesantren dengan para Santri dalam perjuangan mewujudkan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejarah mencatat, pada tanggal 22 Oktober momentum Pesantren sebagai pusat pengajaran agama Islam di Nusantara selain menjadi pusat pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai agama, pesantren berperan sebagai pusat sosial budaya, membentuk karakter santri juga menjadi jejaring sosial yang kuat.

banner 336x280

Pasca republik Indonesia memproklamirkan Kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, kondisi politik dan militer berubah menjadi periode perjuangan yang berat. Di tengah ancaman kembalinya penjajahan, negara baru butuh dukungan legitimasi moral dan partisipasi luas dari berbagai lapisan masyarakat.

22 Oktober 1945 dikenang sebagai gerakan Resolusi Jihad, dukungan jaringan Kyai dan Ulama dari Pesantren yang tersebar di nusantara, dalam naskah resolusi jihad menyebutkan bahwa mempertahankan kemerdekaan hukumnya adalah Wajib atau Fardhu.

“Soepaja memerintahkan melandjoetkan perdjoeangan bersifat ‘sabilillah’ oentoek tegaknja Negara Repoeblik Indonesia Merdeka dan Agama Islam” mengutip isi naskah Resolusi Jihad yang bertanggal 22 Oktober1945 dari laman resmi Kementerian Agama RI.

Dari seruan Resolusi Jihad inilah, memantik nyala api semangat perjuangan rakyat Indonesia terutama menjelang Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Berdasar sejarah inilah, sejumlah kyai dan ulama mengusulkan agar 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri. Dan sejak tahun 2015 disahkan bahwa 22 Oktober diperingati sebagai hari Santri Nasional.

Hingga saat ini, kekuatan pengaruh Kyai dan Ulama sangatlah kuat. Bahkan, meski ulama tersebut telah tutup usia, sebagai contoh diantaranya adalah pengaruh ulama KH. Muhammad Zaini bin KH. Abdul Gofur atau yang dikenal luas Abah Guru Sekumpul dari tanah Banjar Kalimantan Selatan yang wafat pada tahun 2005.

Tiap tahunnya, bila digelar acara Haul Abah Guru Sekumpul ribuan bahkan jutaan orang dari nusantara datang berkumpul dalam acara tersebut. Tak jauh berbeda, ulama lainnya dari Tangerang Banten, yakni KH. Uci Turtusi bin KH. Ahmad Dimyati atau yang dikenal luas dengan sebutan Abuya Uci.

Abuya Uci wafat pada tahun 2021, selepas meninggalnya Abuya Uci. Kini makamnya kerap didatangi ribuan jamaah umat muslim dari nusantara untuk datang berziarah, ke makam keluarga yang berada di lingkungan Pesantren Al-Istiqlalliyah tempat beliau mengajar semasa hidupnya.

Tak dipungkiri, kekuatan jaringan komunikasi para santri di pesantren yang tersebar di seluruh nusantara membangun solidaritas kuat di kalangan lembaga pendidikan yang mengajarkan tentang islam.

Tahun 2026 ini, Hari Santri mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema ini menegaskan bahwa santri bukan sekadar pewaris keilmuan Islam, namun juga kekuatan penting dalam membangun masa depan Indonesia. (Ups)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.