Sachrudin-Maryono Ajak Warga Jadikan PHBS Budaya Hidup, Wujudkan Kota Tangerang yang Sehat dan Asri

oleh -246 Dilihat
oleh
banner 468x60

TANGERANG, Cybernewsnasional.com – Wali Kota Tangerang H. Sachrudin bersama Wakil Wali Kota H. Maryono Hasan terus mendorong penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui pembinaan aparatur kewilayahan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan dan monitoring kewilayahan Pemerintah Kota Tangerang pada Senin (19/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk membangun lingkungan yang bersih, sehat, tertib, dan nyaman melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

banner 336x280

Saat memimpin pembinaan di Kantor Kecamatan Karawaci, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menegaskan bahwa PHBS harus tumbuh dari kesadaran masyarakat dan diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya ketika menghadapi penilaian Adipura atau mengejar penghargaan.

Menurutnya, perubahan menuju lingkungan yang lebih sehat membutuhkan keterlibatan seluruh unsur kewilayahan, mulai dari camat, lurah, pengurus RW dan RT, hingga Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).

“Yang terpenting adalah membangun kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat secara mandiri dan berkelanjutan. Peran camat, lurah, RW, RT, hingga Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) sangat penting karena mereka berinteraksi langsung dengan warga,” ujar Sachrudin.

Ia menekankan, kebersihan lingkungan harus menjadi budaya bersama yang dipelihara sepanjang waktu. Dengan kebiasaan tersebut, manfaatnya tidak hanya dirasakan melalui lingkungan yang lebih rapi, tetapi juga mendukung kesehatan keluarga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pada waktu yang sama, Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan, didampingi Sekretaris Daerah Kota Tangerang H. Herman Suwarman, melaksanakan monitoring dan pembinaan di Kecamatan Karang Tengah, Cipondoh, dan Larangan.

Dalam kegiatan tersebut, Maryono menegaskan bahwa upaya menciptakan lingkungan bersih dan sehat harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. Aparatur kewilayahan dituntut disiplin, responsif terhadap aspirasi masyarakat, serta cepat menangani berbagai persoalan di lapangan.

“Kunci pelayanan prima dan lingkungan yang bersih adalah kekompakan serta responsivitas aparatur. Seluruh jajaran harus sigap mendengarkan aspirasi warga dan konsisten menjaga kebersihan serta ketertiban lingkungan,” ungkap Maryono.

Ia juga mengajak masyarakat mendukung Gerakan Indonesia ASRI melalui tindakan nyata yang dapat dimulai dari lingkungan rumah masing-masing. Di antaranya membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan rumah dan saluran lingkungan, melakukan penghijauan, serta memelihara keamanan dan ketertiban.

“Mari kita jaga kebersihan dan lakukan penghijauan di lingkungan masing-masing. Mulai dari kebiasaan sederhana, kita wujudkan lingkungan yang semakin asri, sehat, dan nyaman bagi keluarga,” ajak Maryono.

Pemkot Tangerang berharap pembinaan kewilayahan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat memperkuat sinergi antara aparatur pemerintah, pengurus lingkungan, dan masyarakat.

PHBS bukan sekadar slogan, melainkan kebiasaan yang perlu diterapkan setiap hari. Partisipasi warga dalam menjaga kebersihan, mengelola sampah, melakukan penghijauan, dan menciptakan lingkungan yang tertib menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.

Melalui semangat gotong royong dan pelayanan publik yang semakin responsif, Pemkot Tangerang terus mendorong terwujudnya kota yang bersih, sehat, asri, serta nyaman sebagai tempat tinggal bagi seluruh masyarakat.

***(Red) ***

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.