JAKARTA, Cybernewsnasional.com – Kepedulian terhadap nasib masyarakat di tengah tantangan ekonomi menjadi perhatian Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Partai Demokrat, Asep Hidayat, saat melakukan kunjungan kerja ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Jum’at (15/10/2026).
Kunjungan tersebut dimanfaatkan Asep untuk melihat secara langsung aktivitas perdagangan, mempelajari tata kelola pasar, serta mencermati pentingnya kelancaran distribusi bahan pangan bagi masyarakat.
Menurutnya, pasar induk memiliki peran strategis dalam rantai pasok kebutuhan pokok. Pengelolaan yang profesional, distribusi yang lancar, dan ketersediaan komoditas menjadi faktor penting untuk mendukung perdagangan sekaligus menjaga keterjangkauan harga pangan bagi konsumen.
Pasar Induk Kramat Jati sendiri dikelola oleh Perumda Pasar Jaya, badan usaha milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berperan dalam pengelolaan pasar dan mendukung kegiatan perdagangan.
Harga Pangan dan Daya Beli Masyarakat Jadi Perhatian
Di balik aktivitas perdagangan yang berlangsung, Asep menyampaikan keprihatinannya terhadap tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, persoalan penghasilan, keberlangsungan usaha, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga kemampuan memenuhi kebutuhan pokok perlu mendapat perhatian serius.
Kebutuhan pangan, kata dia, merupakan kebutuhan mendasar yang tidak dapat ditunda. Karena itu, kebijakan ekonomi harus turut memperhatikan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keluarga, bukan hanya berorientasi pada angka pertumbuhan ekonomi.
“Keprihatinan kita adalah melihat kondisi rakyat yang semakin berat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Mencari uang tidak mudah, usaha menghadapi berbagai tantangan, PHK menjadi kekhawatiran, sementara kebutuhan pangan terus harus dipenuhi,” ujar Asep.
Ia menilai, persoalan ekonomi perlu dipahami melalui kondisi nyata yang dialami masyarakat sehari-hari. Bagi keluarga berpenghasilan terbatas, perubahan harga kebutuhan pokok dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga dan kemampuan memenuhi kebutuhan lainnya.
Oleh karena itu, ia mendorong perhatian yang lebih serius terhadap stabilitas harga, kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan, serta penguatan kesempatan kerja dan usaha masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, perhatian juga diarahkan pada berbagai komoditas pangan, mulai dari produk hortikultura, beras, daging, hingga kebutuhan pokok lainnya.
Asep berpandangan, pengelolaan pasar yang profesional perlu didukung sistem distribusi yang efektif dan pengawasan yang memadai. Dengan demikian, aktivitas perdagangan dapat berjalan baik, pedagang memiliki kesempatan mengembangkan usaha, dan masyarakat memperoleh akses terhadap bahan pangan dengan harga yang wajar.
Menurutnya, pengalaman dari pengelolaan pasar induk dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memperkuat tata kelola pasar di daerah, termasuk dalam merumuskan kebijakan yang mendukung kepentingan pedagang dan konsumen.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah, pengelola pasar, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Baginya, kebijakan yang baik harus mampu menjawab persoalan konkret masyarakat, mulai dari kebutuhan pangan hingga keberlangsungan mata pencaharian.
Asep menegaskan bahwa tugas sebagai wakil rakyat tidak cukup dijalankan melalui rapat dan agenda formal. Kunjungan lapangan juga penting untuk memahami persoalan secara langsung, menyerap aspirasi, dan mencari pembelajaran yang dapat digunakan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Kalau kita tidak prihatin dan tidak memikirkan nasib serta taraf hidup rakyat, untuk apa menjadi wakil rakyat?” tegasnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan pandangannya bahwa jabatan publik harus disertai tanggung jawab moral untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Asep, perhatian terhadap persoalan ekonomi perlu diwujudkan melalui langkah nyata, termasuk menjaga ketersediaan bahan pangan, mengantisipasi gejolak harga, memperluas kesempatan kerja, serta membantu menciptakan iklim usaha yang mendukung keberlangsungan pelaku ekonomi.
Ia berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat koordinasi agar berbagai kebijakan ekonomi dapat memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menutup keterangannya, Asep menyampaikan harapan agar kondisi perekonomian nasional semakin membaik sehingga masyarakat dapat memperoleh penghasilan yang layak, memenuhi kebutuhan keluarga, dan menjalani kehidupan yang lebih sejahtera.
“Semoga Allah SWT memberikan jalan keluar dan keajaiban bagi bangsa ini, sehingga rakyat kita bisa hidup berkecukupan, sejahtera, dan merasakan kehidupan yang layak,” ungkapnya.
Kunjungan ke Pasar Induk Kramat Jati tersebut menegaskan pentingnya menempatkan kepentingan masyarakat sebagai salah satu pertimbangan utama dalam kebijakan ekonomi.
Sebab, kesejahteraan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mendapatkan pekerjaan, mempertahankan usaha, membeli kebutuhan pokok, dan memenuhi kebutuhan hidup secara layak.
Bagi seorang wakil rakyat, kepedulian terhadap persoalan tersebut harus menjadi bagian dari tanggung jawab untuk terus memperjuangkan aspirasi dan kesejahteraan masyarakat.
***(Angga)***











