KOTA TANGERANG, Cybernewsnasional.com – Krisis air bersih yang melanda Kelurahan Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, selama tiga bulan terakhir menjadi ujian bagi warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Namun, di tengah kondisi tersebut, semangat kepedulian dan gotong royong masyarakat justru tumbuh melalui gerakan kemanusiaan yang digerakkan pegiat sosial Mumu Rohimu.
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Pinang yang akrab disapa Jaro Mumu itu turun langsung membantu mengoordinasikan distribusi air bersih bagi warga terdampak. Krisis yang kini juga dirasakan di wilayah Kelurahan Cipete tersebut mendorongnya mengajak masyarakat untuk saling membantu menghadapi kesulitan.
Di sela-sela pendistribusian air bersih ke RT 02/02, RT 05/03, RT 03/02, RT 03/04, dan RT 04/03, Jaro Mumu menyapa warga sekaligus mengajak mereka memperkuat kepedulian sosial. Ia membagikan kisah perjuangan relawan saat menghadapi bencana, pentingnya donor darah, hingga nilai menolong sesama tanpa mengharapkan imbalan.
“Tugas kemanusiaan itu bukan cuma hadir saat bencana besar. Ketika warga kesulitan air bersih seperti sekarang, di situlah relawan PMI harus hadir membawa solusi. Kami ingin membuktikan bahwa warga tidak berjuang sendirian,” ujar Jaro Mumu saat penyerahan bantuan. Sabtu (17/10/2026).
Sebagai Ketua Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Pinang, ia juga mengajak pengurus RT/RW, ibu rumah tangga, relawan kemanusiaan, dan tokoh agama untuk terlibat langsung membantu warga yang mengalami kesulitan air bersih.
Ajakan tersebut mendapat sambutan positif. Warga bersama para pengurus lingkungan mulai bergerak mencari solusi, termasuk menyediakan tangki penampungan air atau toren agar proses distribusi lebih mudah dan antrean warga dapat dikurangi.
Ketua RT 02/03 Kunciran Jaya, Risin, menceritakan upayanya bersama Jaro Mumu mencari bantuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Mereka bahkan mendatangi sejumlah pihak agar mendapatkan fasilitas penampungan air.
“Sama Jaro Mumu bergerak ke sana sini biar gimana caranya ada air bersih, nah penyediaan toren Kita minta ke warung mpok Minun alhamdulillah Kita dibeliin,” terang Risin, saat memantau pengeboran sumber air bersih di wilayahnya. Sabtu (10/10/2026).
Gerakan gotong royong tersebut kemudian meluas dengan melibatkan pemerintah setempat, yayasan sosial, dan aktivis lingkungan dari Saba Alam Indonesia Hijau (SAIH). Organisasi tersebut turut membantu upaya penyediaan sumber air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
Dukungan juga datang melalui pasokan air bersih secara berkala dari sejumlah instansi, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Perumda Tirta Benteng, dan PMI Kota Tangerang.
Kolaborasi berbagai pihak itu membantu meringankan beban warga yang selama berbulan-bulan menghadapi keterbatasan air bersih. Meski demikian, upaya penanganan perlu terus berlanjut agar kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Bagi Jaro Mumu dan para relawan di Kecamatan Pinang, setiap liter air yang tersalurkan bukan sekadar bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dan semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat Kota Tangerang.
“Di tengah krisis air bersih, gerakan kemanusiaan ini menunjukkan bahwa solidaritas warga dapat menjadi kekuatan untuk menghadapi kesulitan bersama. Namun, ketersediaan sumber air bersih yang berkelanjutan tetap menjadi kebutuhan penting agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan distribusi air.” pungkasnya. (Ups)













