Ngopi Sore di Pasar Swadaya Sangiang Jaya, M. Jefry Benyamin Buka Ruang Silaturahmi dan Berbagi Gagasan

oleh -163 Dilihat
oleh
banner 468x60

KOTA TANGERANG, Cybernewsnasional.com – Secangkir kopi dan uli bakar menjadi teman sederhana dalam suasana penuh keakraban di lingkungan Pengelola Paguyuban Pasar Swadaya Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Di tempat ini, obrolan santai berkembang menjadi ruang berbagi ilmu, bertukar gagasan, memperluas jaringan, sekaligus mempererat silaturahmi lintas organisasi.

Di bawah kepemimpinan M. Jefry Benyamin, S.H., Pengelola Paguyuban Pasar Swadaya Sangiang Jaya terus membuka pintu bagi berbagai kalangan, mulai dari aktivis, tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas), lembaga bantuan hukum (LBH), hingga masyarakat umum.

banner 336x280

Suasana tersebut terlihat pada Rabu (14/10/2026), saat Pasar Swadaya Sangiang Jaya menerima kunjungan Ketua DPP LBH PMBI, Dr. Darman Sumantri, S.H., M.H., didampingi Ketua LBH PMBI Provinsi Banten, Adv. Jumroni, S.H., serta Ketua DPAC BPPKB Banten Kecamatan Periuk, Kang Sobar.

Menariknya, pertemuan itu berlangsung tanpa agenda resmi. Berawal dari kunjungan dan silaturahmi, suasana ngopi sore justru menjadi kesempatan untuk saling bertukar informasi, berbagi pengalaman, serta membahas berbagai gagasan dan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

M. Jefry Benyamin, yang juga menjabat Wakil Ketua LBH PMBI Provinsi Banten dan Dewan Penasihat BPPKB Banten DPAC Kecamatan Periuk, mengatakan kebiasaan menerima tamu dan berdiskusi secara santai tersebut telah berlangsung sejak lama.

“Diskusi kecil seperti ini sering terjadi tanpa direncanakan. Kebetulan saya sedang berada di kantor, lalu teman-teman mampir. Akhirnya, kami ngopi bersama sambil ngobrol dan bertukar pikiran,” ujar Jefry.

Menurutnya, silaturahmi tidak harus selalu dilakukan melalui acara formal. Pertemuan sederhana pun dapat memberikan manfaat besar apabila diisi dengan komunikasi yang positif, saling menghargai pendapat, dan semangat berbagi pengetahuan.

“Bagi kami, siapa pun boleh datang. Kami terbuka untuk teman-teman aktivis, organisasi, LBH, maupun masyarakat umum. Sambil menikmati kopi, kami bisa berdialog, saling memberikan masukan, dan berbagi pengalaman,” tambahnya.

Bagi Jefry, keberagaman latar belakang para tamu justru menjadi kekuatan dalam membangun komunikasi. Setiap orang membawa pengalaman, pengetahuan, dan sudut pandang berbeda yang dapat memperkaya wawasan serta membuka peluang kolaborasi untuk kepentingan masyarakat.

Semangat kebersamaan tersebut juga tercermin dalam partisipasi Paguyuban Pasar Swadaya Sangiang Jaya pada berbagai kegiatan sosial, baik di lingkungan sekitar pasar maupun di tengah masyarakat yang lebih luas.

Jefry menilai kepedulian sosial tidak selalu harus dimulai dari kegiatan besar. Komunikasi yang baik, hubungan yang terjaga, dan kesediaan untuk saling mendengarkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun solidaritas serta mendorong lahirnya gagasan yang bermanfaat.

Ada hal menarik dari tradisi ngopi sore tersebut. Para tamu tidak perlu disambut dengan hidangan mewah. Secangkir kopi dan uli bakar sudah cukup menciptakan suasana hangat yang membuat siapa pun merasa nyaman untuk berbincang.

Kesederhanaan itu sekaligus menjadi pesan bahwa nilai sebuah pertemuan bukan terletak pada kemewahan tempat atau hidangannya, melainkan pada manfaat dari komunikasi dan hubungan baik yang terbangun.

Jefry berharap, tradisi silaturahmi dan diskusi santai di Pasar Swadaya Sangiang Jaya dapat terus dipertahankan sebagai ruang terbuka untuk memperkuat persaudaraan, menambah wawasan, serta membangun sinergi antarelemen masyarakat.

“Harapan kami, teman-teman yang datang bisa terus membawa manfaat dan menjaga silaturahmi. Walaupun hanya bertemu sambil menikmati kopi dan uli bakar, mudah-mudahan ada ilmu, pengalaman, dan hal positif yang bisa dibawa pulang,” tuturnya.

Dari meja sederhana di Pasar Swadaya Sangiang Jaya, secangkir kopi menjadi penghubung silaturahmi. Obrolan ringan pun membuka ruang bagi pertukaran ilmu, gagasan, dan pengalaman yang berpotensi memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Pasar bukan sekadar tempat aktivitas ekonomi, tetapi juga dapat menjadi ruang kebersamaan, komunikasi, dan tumbuhnya gagasan positif untuk masyarakat.

***(Angga)***

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.