Munjirin Dampingi Menko PMK Tinjau Program CKG Sekolah di Duren Sawit

oleh -140 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA.Cybernewsnasional.com-Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia, Sugiono, meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di SMP Negeri 202, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (15/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Sugiono didampingi Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin dan Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur Arief Wahyudy. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan peserta didik sebagai upaya mendeteksi dini faktor risiko, kondisi prapenyakit, dan penyakit pada anak usia sekolah.

banner 336x280

Pelaksanaan CKG Sekolah di SMPN 202 berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Oktober 2026, dengan sasaran 787 siswa. Jumlah tersebut terdiri atas 247 siswa kelas VII, 288 siswa kelas VIII, dan 252 siswa kelas IX.

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan tersebut juga disertai pengintensifan pelacakan atau *tracing* tuberkulosis (TB) untuk mendukung upaya deteksi dini dan pengendalian penularan penyakit tersebut.

Rangkaian pemeriksaan CKG meliputi registrasi, pengukuran antropometri, pemeriksaan tekanan darah, serta pemeriksaan gula darah sewaktu bagi siswa yang memiliki faktor risiko. Pemeriksaan anemia juga dilakukan terhadap siswi kelas VII dan IX serta siswa putra kelas VII.

Skrining kesehatan lainnya mencakup konsultasi dokter dan pemeriksaan kondisi telinga, kulit, gigi, serta mulut. Para peserta didik juga mendapatkan layanan konsultasi psikolog, tes penglihatan, dan tes pendengaran. Seluruh hasil pemeriksaan kemudian dicatat dan dilaporkan sebagai dasar tindak lanjut sesuai kondisi kesehatan masing-masing siswa.

“Melalui pelaksanaan program CKG ini, kondisi kesehatan peserta didik diharapkan dapat diketahui sejak dini sehingga langkah penanganan yang tepat dapat segera dilakukan sesuai kebutuhan. Kita harus sehat,” kata Menko PMK Sugiono.

Program CKG Sekolah tidak hanya berfokus pada pemeriksaan, tetapi juga memastikan adanya tindak lanjut berdasarkan hasil skrining. Peserta didik dengan hasil pemeriksaan normal akan mendapatkan edukasi untuk mempertahankan perilaku hidup sehat.

Sementara itu, siswa yang memiliki faktor risiko atau teridentifikasi mengalami masalah kesehatan akan memperoleh edukasi, intervensi, tata laksana, hingga rujukan sesuai indikasi medis. Pemantauan lanjutan dilakukan oleh tenaga kesehatan bersama fasilitas pelayanan kesehatan terkait.

Berdasarkan data capaian CKG Sekolah di Kota Administrasi Jakarta Timur per 12 Oktober 2026, sebanyak 323.898 anak usia sekolah telah hadir dan menjalani pemeriksaan dari total sasaran 591.191 anak. Angka tersebut setara dengan 54,8 persen dari keseluruhan sasaran.

Selain menyasar anak usia sekolah, pelayanan CKG bagi masyarakat umum di Jakarta Timur juga terus diperkuat. Dengan sasaran penduduk sebanyak 3.252.176 jiwa, capaian pelayanan CKG tercatat sebesar 36,96 persen.

“Capaian ini menunjukkan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi anak usia sekolah terus diperluas melalui koordinasi antara Puskesmas dan satuan pendidikan di wilayah Jakarta Timur,” imbuhnya.

Upaya peningkatan cakupan pelayanan CKG akan terus dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan optimalisasi peran Puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Melalui program ini, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, satuan pendidikan, dan keluarga diharapkan dapat memastikan peserta didik memperoleh pemeriksaan kesehatan serta tindak lanjut yang diperlukan. Dengan demikian, potensi gangguan kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara sehat dan optimal.

 

(Sunarno)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.