Tinggalkan Era Lama, Aplikasi Dermaga TKBM Menuju Tata Kelola Profesional

oleh -131 Dilihat
banner 468x60

Jakarta, Cybernewsnasional.com – Induk Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (Inkop TKBM) menggelar sosialisasi aplikasi Dermaga, pada Senin (12/10/2026), di Terminal Penumpang Nusantara, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pada kesempatan itu, Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Kementerian Koperasi Republik Indonesia Henra Saragih, S.H., M.H., menyampaikan bahwa digitalisasi merupakan keniscayaan di era saat ini untuk membuat layanan lebih mudah, cepat, transparan dan murah.

banner 336x280

“Kalau digitalisasi itu kan suatu keniscayaan ya. Itu harus, apalagi di zaman saat ini. Semua aspek kehidupan harus kita dorong supaya digital, supaya lebih mudah, lebih cepat, lebih murah, dan dapat diterima masyarakat,” ujar Henra.

Menurutnya, jumlah Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang sudah mencapai 86.000 orang akan sulit dipantau jika masih manual. Karena itu, Kementerian Koperasi mendorong penggunaan aplikasi digital Dermaga di 120 Koperasi TKBM di seluruh Indonesia.

“Aplikasi Dermaga ini telah launching pada 15 Juli lalu saat RAT Tahun Buku 2025 yang dihadiri Wakil Menteri Tenaga Kerja. Menteri Koperasi juga menugaskan kami jajarannya untuk hadir dalam RAT sekaligus launching aplikasi tersebut,” terangnya.

Nantinya, lanjut Henra, aplikasi Dermaga akan terhubung dengan sistem yang sudah ada yakni milik Pelindo dan Kementerian Perhubungan, sehingga aktivitas TKBM di pelabuhan bisa terpotret di dashboard aplikasi, baik dari sisi operasional maupun profil individu TKBM, secara real-time.

Sementara itu, Ketua Umum Induk Koperasi TKBM, H. Muhammad Nasir, S.E., mengatakan bahwa aplikasi Dermaga telah berjalan dan disambut baik di 11 pelabuhan, serta diundang oleh KSOP setempat.

“Secara profesional, kami menyadari bahwa TKBM harus maju mengikuti zaman dan harus meninggalkan cara kerja lama. Inshaallah, aplikasi Dermaga akan disosialisasikan di Pelabuhan Belawan sebagai pelabuhan besar yang ke-12,” pungkasnya.

Masih di tempat yang sama, Kabid Lala KSOP Utama Tanjung Priok Wim Hutajulu berharap agar aplikasi Dermaga bisa terkoneksi dengan sistem yang sudah eksisting di Pelabuhan Tanjung Priok, yakni SIMON TKMB, Phinisi dan Inaportnet.

“Kami mendukung, yang penting bagaimana aplikasi ini bisa terkoneksi ke sistem yang sudah ada, serta menjamin kelancaran arus barang, transparan dan memberikan kenyamanan bagi para pengguna jasa,” tegas Wim. (KN)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.