Tiga Bulan Krisis Air Bersih, Warga Kunciran Jaya Tangerang Akhirnya Punya Harapan Baru

oleh -1212 Dilihat
Ketua RT 03/02 Kunciran Jaya. Pinang Kota Tangerang. Memantau pembuatan sumber air bersih di wilayah kekeringan. (Foto Supriyadi Ups)
banner 468x60

KOTA TANGERANG, Cybernewsnasional.com– Setelah tiga bulan berjuang mendapatkan air bersih, warga Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, mulai memiliki harapan baru. Upaya menghadirkan sumber air bersih baru yang dibantu aktivis lingkungan menjadi angin segar bagi warga yang selama ini kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Sebelumnya, warga terpaksa meminta air kepada tetangga yang sumurnya masih mengeluarkan air atau mengambilnya dari masjid. Kondisi tersebut dialami sejumlah warga setelah sumber air sumur pompa di lingkungan mereka tidak lagi mencukupi.

banner 336x280

Ketua RT 03/02 Kunciran Jaya, Risin, mengungkapkan keluhan kekeringan mulai dirasakan warga sekitar tiga bulan lalu. Persoalan itu awalnya diketahui setelah sejumlah warga kesulitan mendapatkan air dari sumur pompa.

“Keluhan warga dari tiga bulan lalu, di wilayah RT 02 ,” terang Risin, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Risin, kondisi kekeringan semakin terlihat ketika salah seorang warga mencoba menggali sumur pompa hingga tiga kali, tetapi tidak membuahkan hasil. Warga sempat menduga mesin pompa air mengalami kerusakan.

“Dari situ saya coba cari kabar lewat grup WA warga siapa aja warga yang kekeringan,” ujar Risin.

Dari penelusuran tersebut, diketahui sejumlah wilayah ikut terdampak, yakni RT 02 dan RT 03 di RW 02 serta RT 04 dan RT 05 di RW 03. Bahkan, menurut informasi yang diterimanya, kekeringan mulai meluas ke wilayah Cipete yang berbatasan dengan Kunciran Jaya.

“Nah sekarang melebar ke Cipete gang Katuk perbatasan dengan Kunciran Jaya, kemaren RTnya minta bantuan ke Kita untuk bantuan kiriman air bersih, bahkan gang bebek Cipete juga sudah mulai terdampak kekeringan,” ungkapnya.

Di tengah kesulitan tersebut, aktivis lingkungan hidup dari Saba Alam Indonesia Hijau (SAIH), Pahrul Roji, turun membantu warga. Setelah berkomunikasi dengan warga dan pengurus RT, ia mendorong pembuatan sumber air bersih baru sebagai upaya mengatasi krisis yang berlangsung selama berbulan-bulan.

“Setelah Kita Komunikasi dengan warga dan Ketua RT Kita bantu buat sumber air bersih baru, ini sebagai solusi,” terang Pahrul Roji.

Kehadiran upaya penyediaan sumber air baru diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan air sehari-hari dan mengurangi ketergantungan pada bantuan air bersih maupun pemberian dari tetangga.

Sebelumnya, warga mengandalkan bantuan air bersih dari PMI, TNI-Polri, dan Perumda Tirta Benteng. Warga bersama pengurus RT juga berinisiatif menyiapkan tempat penampungan agar distribusi bantuan dapat berlangsung lebih merata.

Risin menggambarkan sulitnya kondisi warga yang tidak memiliki biaya untuk memperdalam sumur. Mereka terpaksa meminta air kepada tetangga, hingga mengantri bantuan air bersih pada tengah malam, meskipun keadaan itu tidak mudah untuk terus dilakukan.

“Di sini Pompa semi Jetpam aja ga dapet, kalau orang punya dana mereka ngedalemin lagi sumber airnya, nah kalau orang yang gapunya mau gimana paling minta ke tetangga, tapi kelamaan kan malu juga,” ujar Risin.

Aktivis Soroti Lambannya Antisipasi Pemerintah

Meski ada upaya menghadirkan sumber air baru, Pahrul Roji menilai krisis tersebut seharusnya dapat diantisipasi lebih awal. Ia menyoroti pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi kekeringan, terutama di kawasan permukiman yang bergantung pada sumur.

“Dampak El nino kan sudah bisa diprediksi, dengan adanya gejala ini kenapa tidak segera diantisipasi, Warga sampai kebingungan mencari Toren untuk penampungan air, setelah Toren dapet Mereka kebingungan mendapat sumber air,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Risin. Ia menyebut pihak kelurahan mendatangi wilayahnya setelah persoalan kekeringan ramai diberitakan media. Namun, menurutnya, kedatangan tersebut belum disertai solusi konkret yang dirasakan warga.

“Dari penyediaan toren Kita minta ke warung mpok Minun alhamdulillah Kita dibeliin, dan  pinjam ke yang lain, Kalau pemerintah mah sampe sekarang, Ya Allah mereka seperti tutup mata atau bagaimana gak tau lah, datang aja nengokin Kita mah seneng udah,” ucapnya.

Arul, sapaan akrab aktivis lingkungan hidup SAIH berharap, langkah penyediaan sumber air bersih dapat menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan wilayah yang mengalami krisis.

“Semoga langkah cepat dan aksi nyata Pemerintah Kota Tangerang dalam penanganan bencana Kekeringan di masyarakat bisa segera dilakukan,” harap Pahrul Roji.

Bagi warga Kunciran Jaya, hadirnya sumber air bersih baru menjadi harapan untuk mengakhiri kesulitan yang telah berlangsung selama tiga bulan. Namun, upaya penanganan berkelanjutan tetap dibutuhkan agar masyarakat tidak kembali menghadapi persoalan serupa ketika musim kemarau datang. (Ups)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.