JAKARTA.Cybernewsnasional.com-Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia (PP PESTI) resmi menutup Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Asian Games XVIII Aichi-Nagoya 2026 melalui acara syukuran di Deheng House, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk mengapresiasi perjuangan tim sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh.
Ketua Umum PP PESTI, Irjen Pol. Dr. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh atlet, pelatih, dan tim pendukung. Menurutnya, raihan satu medali perunggu dari nomor beregu putra sangat berarti karena berhasil mempertahankan tradisi medali Indonesia di ajang Asian Games, meski target awal belum sepenuhnya tercapai.
”Alhamdulillah, kita tetap bisa mempertahankan tradisi mendapatkan medali di Asian Games, meskipun target yang kita bayangkan sebelumnya belum tercapai. Medali perunggu ini harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras lagi,” ujar Awal yang meninjau langsung pertandingan di Nagoya, Jepang.
Catatan Evaluasi dan Strategi PESTI
Pada Asian Games 2026 yang berlangsung 18–23 September lalu, Indonesia bertanding di seluruh lima nomor. Namun, medali hanya diraih dari nomor beregu putra, sementara nomor individual belum berhasil menyumbang medali.
Menghadapi dominasi negara-negara kuat seperti Jepang, China Taipei, dan Korea Selatan, Awal menekankan beberapa poin evaluasi kunci:
Penguatan Teknik & TakTik: Penajaman penguasaan posisi bola dan pola serangan balik usai menerima servis, mengingat karakter soft tennis berbeda dari tenis lapangan.
Pengalaman Internasional: Memperluas kerja sama dan menambah jam terbang atlet melalui turnamen di luar Asia.
Regenerasi Atlet: Memperkuat pembinaan atlet muda dan transfer pengalaman dari para pemain senior.
Target Jangka Menengah: Bersiap menghadapi SEA Games 2027 di Hanoi, Vietnam, dengan target pencapaian yang lebih tinggi.
Laporan Pelatnas Asian Games 2026
Manajer Tim Soft Tennis Indonesia, Ferly Montolalu, melaporkan bahwa tim berkekuatan 7 atlet dan 3 pelatih telah menjalani persiapan selama enam bulan sejak April 2026.
Rangkaian persiapan tersebut meliputi program try out di Incheon dan Sunchang (Korea Selatan) pada Juni 2026, dilanjutkan Pelatnas di Jakarta hingga keberangkatan ke Jepang pada 15 September 2026. Seluruh rombongan telah kembali ke tanah air pada 24 September 2026 dalam kondisi sehat dan kondusif.
”Target awal kami adalah meraih medali di nomor beregu putra, ganda campuran, dan tunggal. Mohon maaf, kami baru berhasil merealisasikan satu perunggu di nomor beregu putra. Meski demikian, para atlet telah menunjukkan perjuangan yang luar biasa,” tutup Ferly.
( Rizky)











