SUKABUMI, Cybernewsnasional.com – Ratusan siswa dan guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Sukabumi tampak antusias menyambut kehadiran armada Perpustakaan Keliling (Pusling) dan tim Story Telling dari Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Sukabumi pada Rabu, 30 September 2026. Kegiatan ini dirancang khusus untuk mendekatkan akses buku sekaligus menyemarakkan Gerakan Literasi Sekolah di tingkat dasar.
Tercatat sebanyak 526 peserta dari seluruh warga sekolah terlibat aktif dalam acara yang dikemas secara edukatif dan interaktif tersebut. Melalui pendekatan kreatif, Diarpus Kabupaten Sukabumi ingin membuktikan bahwa membaca bukanlah aktivitas yang membosankan, melainkan sebuah petualangan yang menyenangkan bagi anak-anak.
Kehadiran mobil Pusling di halaman sekolah langsung diserbu oleh para siswa yang ingin berburu beragam bahan bacaan menarik, mulai dari buku cerita, pengetahuan umum, hingga buku keterampilan. Tak kalah seru, sesi Story Telling atau mendongeng berhasil membius ratusan peserta didik melalui narasi yang memicu imajinasi dan gelak tawa.

Kepala Diarpus Kabupaten Sukabumi Dadang Rustandi, SH., ST., M.A., menegaskan bahwa kolaborasi dengan satuan pendidikan seperti MIN 1 Sukabumi merupakan langkah strategis untuk membangun fondasi karakter generasi muda.
“Kami di Diarpus berkomitmen penuh untuk terus mendorong penguatan budaya baca langsung ke tengah masyarakat. Kolaborasi dengan satuan pendidikan adalah kunci utama kami untuk memperluas akses bahan bacaan sekaligus menanamkan kebiasaan membaca sejak usia dini,” ujar Dadang Rustandi saat memberikan keterangan terpisah.
Lebih lanjut, pihak Diarpus melalui tim lapangan menjelaskan bahwa paradigma perpustakaan hari ini telah berubah. Bagi anak-anak, perpustakaan bukan lagi sekadar ruangan yang dipenuhi deretan buku tua yang sunyi, melainkan sebuah ruang publik untuk belajar bebas, berimajinasi, dan menemukan pengalaman-pengalaman baru.
Melalui kegiatan jemput bola seperti Pusling dan Story Telling ini, diharapkan semangat membaca dapat mengakar kuat dan tumbuh secara alami di kalangan peserta didik hingga menjadi bagian dari gaya hidup dan aktivitas mereka sehari-hari.
(AZ)











