BKN Targetkan 600 Ribu ASN Terpetakan Lewat Program Profiling Gratis

oleh -61 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA.Cybernewsnasional.com-Badan Kepegawaian Negara (BKN) menargetkan sebanyak 600.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Indonesia dapat mengikuti program profiling ASN secara bertahap dan tanpa dipungut biaya hingga akhir 2026.

Program tersebut salah satunya dilaksanakan di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru. Sebanyak 1.255 ASN Pemkot Pekanbaru mengikuti profiling melalui program PRO-ASN pada 2026. Sebelumnya, pada 2025, sebanyak 963 ASN telah mengikuti asesmen yang terdiri dari 194 peserta CACT dan 769 peserta PRO-ASN.

banner 336x280

Dengan tambahan peserta pada 2026, secara keseluruhan tercatat 1.509 ASN di lingkungan Pemkot Pekanbaru telah mengikuti program profiling melalui CACT dan PRO-ASN.

Kepala BKN, Prof. Zudan, meminta instansi pemerintah pusat maupun daerah memanfaatkan program profiling tersebut sebagai instrumen untuk mengenali potensi dan kompetensi ASN secara lebih komprehensif.

Menurutnya, profiling tidak hanya sebatas proses asesmen, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung penempatan dan pengembangan ASN sesuai kebutuhan organisasi.

“Profiling ini dilakukan untuk mengetahui secara lebih komprehensif kemampuan dan potensi ASN sehingga dapat ditempatkan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan organisasi,” ungkap Prof. Zudan dalam kegiatan Profiling ASN bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru secara daring, Senin (28/9/2026).

Ia menjelaskan, program profiling ASN merupakan salah satu bagian dari kebijakan BKN dalam mendukung manajemen talenta ASN berbasis data. Melalui program tersebut, berbagai aspek seperti potensi, kompetensi, talent DNA, rencana karier, hingga literasi digital ASN dapat dipetakan.

Data hasil profiling tersebut nantinya dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam pengembangan karier dan penempatan ASN agar lebih terarah sesuai potensi dan kompetensi masing-masing.

Untuk mempercepat terbentuknya data talenta ASN secara nasional, BKN menargetkan sebanyak 600.000 ASN dapat mengikuti profiling hingga akhir tahun 2026. Setiap instansi pemerintah juga tidak dikenakan biaya untuk mengikutsertakan ASN dalam program tersebut.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyambut pelaksanaan profiling sebagai langkah awal bagi Pemerintah Kota Pekanbaru untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai potensi dan kompetensi sumber daya manusia aparatur.

Menurut Markarius, Pemkot Pekanbaru telah melaksanakan profiling melalui program CACT dan PRO-ASN bekerja sama dengan BKN serta Kantor Regional XII BKN Pekanbaru.

Ia berharap hasil pemetaan tersebut dapat menjadi dasar bagi Pemkot Pekanbaru dalam mengembangkan ASN sesuai potensi yang dimiliki sekaligus mendukung kebutuhan organisasi.

“Profiling ini bukan untuk memberikan sanksi, tetapi menjadi media untuk melakukan evaluasi diri dan memetakan potensi secara jujur dan adil,” ujar Markarius.

Hasil profiling selanjutnya akan menjadi bagian dari pemetaan ASN ke dalam talent pool berdasarkan potensi dan kinerja. Peserta juga dapat mengetahui hasil profiling melalui BKPSDM maupun aplikasi ASN Digital.

Dengan pelaksanaan program tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru diharapkan memiliki basis data talenta ASN yang semakin komprehensif. Data tersebut dapat dimanfaatkan sebagai salah satu dasar dalam pengembangan karier, penempatan pegawai, serta pengelolaan talenta ASN sesuai dengan potensi dan kompetensi masing-masing.

 

(Sunarno)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.