Dr. Warsito Resmi Pimpin UMT Gantikan Dr. Desri Arwen, Bidik Status Research University

oleh -990 Dilihat
Pelantikan Rektor UMT periode 2025-2029, Dr. Warsito M.Si (kiri) oleh Ketua Majelis Diktilitbang Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si. (kanan).
banner 468x60

TANGERANG, Cybernewsnasional.com — Sepeninggal almarhum Dr. Desri Arwen M.Pd., dalam masa tugasnya, Rektor baru Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Dr. Warsito, M.Si, langsung menyiapkan sejumlah agenda besar setelah resmi dilantik pada Jumat (25/9/2026).

Selain memperkuat kualitas layanan pendidikan, UMT diproyeksikan berkembang dari Excellent Teaching University menuju Research University pada 2037.

banner 336x280

Warsito mengatakan, arah tersebut merupakan bagian dari kesinambungan visi UMT untuk menjadi universitas berkelas dunia.

“Kalau melihat milestone (titik pencapaian-red) kita saat ini, kita memang ke Excellence Teaching University ((Universitas Pembelajaran Unggul-red) . Tapi untuk periode 2037, kita mengarah kepada Research University,” kata Warsito.

Untuk mengejar target tersebut, Warsito menyebut, UMT akan melakukan ekspansi program studi. Dalam waktu dekat, universitas menyiapkan pembukaan dua program studi jenjang S3, lima program studi S2, serta sekitar tiga hingga lima program studi S1.

Dengan rencana tersebut, sedikitnya 10 program studi baru berpotensi ditambahkan UMT dalam pengembangan tahap awal.

Tak hanya memperluas program studi, Warsito mengungkap bahwa, UMT juga bersiap memperkuat bidang kesehatan melalui peluncuran Fakultas Kedokteran yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Memiliki Fakultas ini adalah cita-cita rektor sebelumnya, almarhum Dr. H. Desri Arwen M.Pd.

Bidik Pemeringkatan Dunia

Menjawab tantangan dari LLDIKTI saat sambutan, Warsito juga menargetkan UMT mulai memperkuat posisi dalam pemeringkatan perguruan tinggi internasional.

Saat ini, kata Warsito UMT telah masuk dalam UI GreenMetric dan mulai mempersiapkan diri mengikuti pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Rankings.

“Harapan kami dalam lima tahun ke depan, UMT selain unggul juga harus masuk ke pemeringkatan,” ujarnya.

Menurut Warsito, langkah menuju universitas kelas dunia harus dilakukan secara bertahap. Penguatan reputasi internasional menjadi bagian dari perjalanan UMT sebelum memasuki target jangka panjang sebagai Research University.

Enam Bulan Pertama Fokus Benahi Layanan

Meski membawa target besar, Warsito mengatakan enam bulan pertama kepemimpinannya akan difokuskan pada hal yang paling dekat dengan mahasiswa, yakni layanan pendidikan.

Berbagai fasilitas penunjang pembelajaran, seperti perpustakaan, laboratorium dan sarana akademik lainnya, akan dioptimalkan.

“Supaya stakeholder, dalam hal ini mahasiswa utamanya, merasa puas dengan layanan kita. Itu yang untuk enam bulan ke depan. Kita fokus pada peningkatan layanan,” katanya.

Bagi Warsito, penguatan layanan menjadi fondasi penting sebelum UMT melangkah lebih jauh menuju agenda riset dan reputasi internasional.

Dorong 38 Lektor Kepala Jadi Guru Besar

Agenda lainnya adalah mempercepat peningkatan jumlah guru besar. Warsito mengungkapkan, saat ini UMT baru memiliki dua guru besar.

Di sisi lain, terdapat 38 dosen yang telah berada pada jenjang lektor kepala (LK). Para dosen tersebut akan didorong untuk melanjutkan karier akademiknya menuju guru besar.

“Memang di situ butuh tim untuk percepatan,” kata Warsito.

UMT juga akan memanfaatkan pendampingan dari lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) untuk membantu mempercepat proses tersebut.

“Kita LK itu saat ini sudah 38. Kalau misalkan 30 persen saja bisa masuk ke guru besar, itu sudah banyak,” ujarnya.

Penandatangan berkas pelantikan Rektor UMT.

AI Masuk Kampus, UMT Siapkan Regulasi

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga menjadi perhatian dalam kepemimpinan Warsito, usai pesan cinta disampaikan oleh Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si. selaku Ketua Majelis Diktilitbang Muhammadiyah dalam sambutan.

Menurut dia, AI merupakan teknologi yang tidak bisa dihindari sehingga perguruan tinggi harus mampu beradaptasi. UMT bahkan telah menggunakan AI dalam sistem terintegrasinya.

Langkah berikutnya adalah memberikan pemahaman kepada dosen dan tenaga kependidikan mengenai penggunaan AI, khususnya untuk meningkatkan kecepatan dan kualitas pelayanan.

“AI itu sesuatu yang tidak bisa dibendung. Paling kita di tingkat universitas akan membuat regulasi bagaimana penggunaan AI,” tegasnya.

Regulasi tersebut menurut Warsito nantinya akan mengatur penggunaan AI dalam aktivitas akademik, termasuk dalam pengerjaan tugas mahasiswa hingga tugas akhir.

Hidupkan Lagi Semangat “Make UMT Great Again”

Di balik berbagai agenda tersebut, Warsito juga membawa semangat Make UMT Great Again atau MUGA yang menjadi energi peninggalan dari almarhum Dr. Desri Arwen.

Ia menyebut UMT pernah memiliki student body hingga sekitar 16 ribu mahasiswa. Saat ini jumlah mahasiswa berada di kisaran 12 ribu.

“MUGA kan Make UMT Great Again,” ujar Warsito.

Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan daya tarik UMT sekaligus membangun universitas yang lebih kuat dalam pembelajaran, riset, layanan, dan reputasi internasional.

Dengan agenda pembukaan program studi baru, peluncuran Fakultas Kedokteran, penguatan layanan, percepatan guru besar, adaptasi AI, hingga persiapan masuk pemeringkatan internasional, Warsito menempatkan periode kepemimpinannya sebagai tahap penting dalam perjalanan UMT menuju target 10  tahun kedepan. (Ups)

 

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.