Menagih Janji Pemkot Tangerang, Pedagang Pasar Anyar Tangerang: Gedung Sudah Megah, Mengapa Masih Sepi?

oleh -99 Dilihat
Bangunan Gedung Pasar Anyar Kota Tangerang, sisi sebelah barat.
banner 468x60

TANGERANG, Cybernewsnasional.com — Denyut nyala api transaksi jual beli di pasar anyar dikeluhkan pedagang Pasar Anyar. Kepadatan transaksi jual beli di Pasar Anyar Kota Tangerang nampak hanya pada malam dini hari hingga pagi. Pedagang pasar basah umumnya diburu untuk memenuhi kebutuhan para pedagang kuliner atau penjual retail seperti pedagang sayur mayur di lingkungan pemukiman.

Meski Revitalisasi Pasar Anyar Kota Tangerang telah menghadirkan gedung baru dan megah tak lagi pengap, bau dan sesak seperti dulu. Namun bagi sebagian pedagang, persoalan justru belum selesai. Aktivitas jual beli pada siang hari di dalam gedung tampak masih sepi, sementara pedagang berharap janji penataan kawasan benar-benar diwujudkan.

banner 336x280

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Anyar, H. Zein, menyebut persoalan utama bukan sekadar bangunan pasar, melainkan ekosistem perdagangan yang belum terbentuk rapi.

“Gedungnya baru, tetapi ekosistem pasarnya belum dibangun.” Ucapnya, Kamis (24/09/2026).

Keluhan pedagang mengarah pada sejumlah persoalan di kawasan Pasar Anyar, mulai dari aktivitas PKL di trotoar dan badan jalan di luar pasar, akses angkutan umum yang belum tertata, hingga kondisi kawasan yang dinilai belum mampu menarik masyarakat masuk dan berbelanja di dalam gedung.

Kondisi tersebut membuat pedagang yang menempati dalam gedung mengaku kehilangan pelanggan.

“Bahkan, sebagian pedagang memilih menutup usaha karena tidak mampu bertahan.” Ungkap Zein.

Pedagang Tagih Janji Pemerintah

Pedagang kembali menagih sejumlah harapan dari pemerintah kota Tangerang yang dikaitkan dengan revitalisasi Pasar Anyar.

Kawasan sekitar pasar diharapkan bersih dari PKL, ucap Zein, agar masyarakat dan angkutan kota (Angkot) dapat dengan mudah masuk dan mengakses kawasan pasar dengan nyaman.

Tak hanya itu, menurut Zein pemerintah kota pernah berjanji bahwa Pasar Anyar akan menjadi destinasi wisata belanja Kota Tangerang dengan dukungan event rutin yang digelar untuk menarik masyarakat juga diharapkan terwujud. Serta kawasan pasar bebas dari pungutan liar dan premanisme.

“Pertanyaannya kini sederhana: setelah gedung dibangun, bagaimana memastikan pembeli kembali masuk dan pedagang di dalam pasar kembali hidup?” Ujar Zein.

Zein kembali menegaskan, Pedagang tidak hanya membutuhkan gedung baru. Mereka membutuhkan kepastian usaha, kawasan yang tertib, akses transportasi yang nyaman, keamanan, serta program yang benar-benar mendatangkan pembeli.

“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan revitalisasi Pasar Anyar bukan hanya gedung yang megah, tetapi apakah kios kembali ramai, omzet pedagang meningkat, kawasan tertata dan masyarakat kembali menjadikan Pasar Anyar sebagai pusat perdagangan.” Katanya.

“Saya banyak menampung pesan para pedagang di sini, sederhana saja, revitalisasi jangan berhenti pada bangunan. Janji tentang hidupnya kembali Pasar Anyar kini ditunggu pembuktiannya. Pemkot harus tegas.” Pungkasnya.

Usai Kunjungan Jokowi, Pasar Anyar Kini Nyaman Dikunjungi Pasca Revitalisasi

Kenyamanan Pasar Anyar saat ini tak diragukan lagi, namun kondisi sepi lengang dengan banyaknya kios yang tutup memang mesti jadi perhatian pemerintah kota Tangerang. Ditambah tumbuhnya pasar-pasar baru di wilayah, seperti di pasar sipon Cipondoh dan pasar di kawasan Perumnas Karawaci selain itu kemudahan transaksi jual beli online di era digitalisasi saat ini turut menjadi tantangan pedagang di Pasar Anyar.

Kini kenyamanan dari revitalisasi gedung berlantai 3 mesti dioptimalkan manfaatnya. Kolaborasi bersama menjadi kunci, guna kembali meramaikan Pasar Anyar yang dulu menjadi sentra jual beli juga berburu hiburan dan kuliner di jantung kota, ditunjang dengan kemudahan akses transportasi karena pasar anyar berdekatan dengan stasiun.

Rencana penataan kawasan jalan Kiasnawi oleh Pemerintah Kota Tangerang yang saat ini segera masuk tahap penandatangan MOU diharapkan menjadi dukungan meramaikan kembali pasar yang telah hadir sejak 1967 ini.

Tak hanya itu, ketegasan pemerintah kota Tangerang diharapkan tegak lurus menata kota. Temuan di lapangan para PKL yang berdagang di sekitar Kawasan Pasar Anyar tetap diminta uang oleh orang-orang yang disebut pengelola lingkungan, dengan besaran lima ribu hingga lima belas ribu rupiah setiap harinya. Pedagang menyebut itu uang salar pengganti retribusi dan untuk uang sampah, yang jadi pertanyaan: lari kemana saja uang itu, apakah masuk kas daerah (PAD)?. atau pengelola itu setoran ke Oknum Pegawai Pemerintah?. (Ups)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.