Tak Lekang oleh Waktu, Ribuan Penggemar Lintas Generasi Rayakan 25 Tahun Band Radja Berkarya

oleh -2219 Dilihat
oleh
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 32768;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 37;
banner 468x60

SUKABUMI, Cybernewsnasional.com ‎Menjaga eksistensi dan kekompakan sebuah grup musik selama 25 tahun bukanlah perkara mudah. Namun, grup band legendaris Radja berhasil membuktikan taringnya dengan resmi menginjak usia perak berkarya di khazanah musik Indonesia.

‎Hebatnya, perayaan monumental ini tidak sekadar ditandai dengan seremoni biasa, melainkan menjadi pemantik ide besar lahirnya panggung roadshow bertajuk Broken Versus Music Experience Festival.

banner 336x280

‎Tur festival emosional yang diinisiasi untuk memeriahkan perjalanan 25 tahun Radja berkarya ini direncanakan akan menyambangi 7 kota besar di Indonesia. Kota Sukabumi pun beruntung terpilih menjadi salah satu yang terpilih bahkan mengawali pentas musik penuh kemegahan tersebut.

‎Ribuan pasang mata memadati Stadion Suryakencana, Kota Sukabumi, demi merayakan langsung warisan musik band lintas generasi, idola mereka “sang Radja”.

‎Dibentuk pada tahun 2001, band yang dimotori oleh Ian Kasela (vokal) dan Moldy (gitar) ini telah melewati berbagai pasang surut industri musik tanah air. Dari era rilisan fisik kaset dan CD hingga transisi ke era digital streaming, Radja tetap berdiri kokoh sebagai salah satu tonggak sejarah pop-rock Indonesia. Lagu-lagu masterpiece mereka seperti “Jujur”, “Cinderella”, “Benci Bilang Cinta”, dan “Tulus” terbukti bersifat timeless, tetap dihafal dan dinyanyikan oleh lintas generasi hingga hari ini.

‎Ketika ditanya mengenai resep utama band dalam mempertahankan konsistensi dan menjaga takhta selama seperempat abad, sang vokalis memberikan jawaban yang mendalam.

‎“Yang paling penting konsisten dalam menjaga kesamaan visi dan misi dalam bermusik, menjaga kebersamaan dengan komunikasi yang baik dan efektif, baik dengan anggota Band maupun dengan penggemar musik di tanah air,” kata Ian Kasela saat Konferensi Pers menjelang perhelatan Broken Versus Festival di Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Sabtu (12/9/2026).

‎Ide menghadirkan konsep roadshow Broken Versus Festival ini pun dirancang khusus sebagai ruang komunikasi dengan para penikmat musik. Radja ingin mengawinkan memori emas era 2000-an milik mereka dengan gejolak emosional serta energi segar dari generasi masa kini di setiap kota yang dikunjungi.

‎Aksi panggung mereka di Sukabumi menjadi bukti nyata bahwa takhta “raja” panggung belum bergeser sedikit pun. Koor massal penonton mengiringi setiap lagu menegaskan bahwa magis karya Radja tidak pernah pudar digerus waktu.

‎Memasuki babak baru pasca-25 tahun berkarya, rangkaian roadshow ini menjadi momentum dan suntikan energi baru bagi Radja untuk terus mengukuhkan warisan (legacy) mereka di belantika musik Indonesia.

(AZ)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.