Pertamina Perkuat Ekosistem Bioethanol Nasional dengan Membangun Pusat Pengembangan di Lampung

oleh -75 Dilihat
banner 468x60

PESAWARAN.Cybernewsnasional.com-PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) mendorong pengembangan bioethanol sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional. Langkah tersebut ditandai dengan peluncuran Bioethanol Development Center di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Senin (14/9/2026).

Peluncuran fasilitas tersebut dilakukan bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Lampung dan PNRE bersama Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), TTI, dan RaBit. Fasilitas ini disiapkan sebagai pusat pengembangan sekaligus pengujian teknologi bioethanol dari sisi hulu hingga hilir.

banner 336x280

Komisaris Utama dan Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan mengatakan, kehadiran Bioethanol Development Center bukan sekadar pembangunan fasilitas produksi. Menurutnya, proyek tersebut merupakan langkah konkret Pertamina dalam membangun sumber energi berbasis kekuatan dan sumber daya dalam negeri.

“Bagi Pertamina, ini bukan sekadar pembangunan fasilitas produksi, namun ini adalah langkah nyata untuk membangun kemandirian dan ketahanan energi nasional,” ujar Iriawan.

Iriawan menegaskan, pengembangan bioethanol juga sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya kemandirian energi. Ia mengutip pesan Presiden bahwa Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri agar dapat bertahan, tumbuh, dan berdaulat.

“Negara yang sebesar kita kalau masih mau merdeka, kalau masih mau survive, bertahan hidup, mau tidak mau kita harus mandiri dan energi adalah salah satu bidang yang sangat menentukan,” kata Iriawan mengutip pesan Presiden Prabowo.

Menurut Iriawan, semangat tersebut menjadi pijakan Pertamina untuk mengembangkan energi dari sumber daya lokal. Bioethanol Development Center di Pesawaran menjadi salah satu bentuk penerjemahan Asta Cita ke dalam pengembangan energi terbarukan sekaligus membangun keterkaitan antara sektor pertanian, teknologi, dan energi.

Pengembangan dilakukan dari hulu hingga hilir dengan melibatkan Kementerian Investasi/BKPM, Pemerintah Provinsi Lampung, Toyota Group, dan Universitas Lampung. Fasilitas di Tegineneng tersebut akan berfungsi sebagai pilot plant sekaligus test bed untuk menguji bahan baku, proses pengolahan, teknologi, hingga pemanfaatan produk bioethanol.

Sejumlah bahan baku akan diuji, antara lain sorgum, singkong, tebu, dan jagung. Pada tahap awal, pengembangan menggunakan sorgum yang dikembangkan dari Jepang, sementara teknologi generasi kedua (2G) juga mulai dikaji untuk mengonversi biomassa dan residu pertanian maupun perkebunan menjadi energi.

Iriawan mengatakan, fasilitas tersebut menjadi tahap awal sebelum pengembangan bioethanol dilakukan dalam skala komersial. Jika pengujian menunjukkan kelayakan teknis dan ekonomis, kapasitas produksi hingga 2 x 30.000 kiloliter per tahun berpotensi dikembangkan.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan bioethanol karena didukung beragam sumber bahan baku. Ia menyebut sejumlah negara, termasuk Brasil, telah mengembangkan bioethanol dalam skala besar.

“Kami sudah melihat implementasi pengembangan bioethanol di sejumlah negara, termasuk Brasil, yang skalanya sangat besar. Indonesia memiliki potensi yang tidak kalah besar karena memiliki beragam sumber bahan baku atau feedstock, mulai dari sorgum, singkong hingga jagung,” kata Todotua.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut kehadiran Bioethanol Development Center sebagai peluang baru bagi masyarakat, khususnya petani, untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas pertanian. Ia menilai Lampung memiliki basis pertanian yang kuat dan sorgum berpotensi menjadi komoditas baru yang meningkatkan pendapatan petani.

“Saya melihat sorgum memiliki potensi yang sangat baik untuk meningkatkan pendapatan petani. Jika program ini berjalan dengan baik, hubungan antara pengembangan industri, inklusivitas petani, dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung akan memberikan dampak yang sangat positif,” ujar Rahmat.

(Sunarno)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.