Prof. Reny Sukmawani: Ilmuwan Asli Sukabumi yang Raih Puncak Akademik dari Tanah Kelahiran

oleh -1952 Dilihat
oleh
Guru Besar dalam bidang kepakaran Pembangunan Pertanian
Guru Besar dalam bidang kepakaran Pembangunan Pertanian
banner 468x60

SUKABUMI, Cybernewsnasional.com – Ekosistem pendidikan tinggi di wilayah Sukabumi kembali menorehkan tinta emas. Rektor Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Prof. Dr. Reny Sukmawani, S.P., M.P., secara resmi memuncaki tangga karier akademis pasca-ditetapkannya beliau sebagai Guru Besar dalam bidang kepakaran Pembangunan Pertanian.

Kabar monumental ini disiarkan secara resmi melalui rilis kelembagaan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) pada Senin, 7 September 2026. Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI tersebut menjadi bukti sahih atas dedikasi panjang sang rektor dalam dunia tri dharma perguruan tinggi.

banner 336x280

Pencapaian ini sempat memantik perbincangan hangat di ruang publik mengenai reposisi sejarah keprofesoran di Sukabumi. Berdasarkan catatan literasi sejarah institusi pendidikan lokal, pencapaian Prof. Reny Sukmawani memegang keunikan tersendiri. Beliau merupakan Guru Besar pertama di Sukabumi yang seluruh jenjang struktural akademisnya—mulai dari Lektor hingga Profesor—lahir, diproses, dan bertumbuh secara utuh dari dalam rahim universitas lokal tempatnya mengabdi (homebase UMMI).

Ditinjau dari segi latar belakang sosiologis, Prof. Reny menorehkan kebanggaan ganda: ia adalah ilmuwan asli kelahiran Sukabumi yang memilih menetap dan membesarkan institusi tanah kelahirannya hingga mencapai puncak tertinggi dunia akademik.

Dalam rekam jejak ilmiahnya, Prof. Reny Sukmawani dikenal konsisten meneliti sektor hilirisasi agrikultur lokal. Salah satu tonggak riset pentingnya dimulai sejak meraih gelar Doktor di Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung dengan memformulasikan model pengembangan komoditas unggulan daerah melalui metode gabungan Corporate Proponent Index (CPI).

Kini, dengan menyandang gelar Guru Besar Bidang Pembangunan Pertanian, ruang kontribusinya diproyeksikan bakal berdampak langsung pada kebijakan pembangunan masyarakat agraris dan ketahanan pangan regional di Jawa Barat.

Pihak sivitas akademika UMMI menegaskan bahwa pencapaian rektornya bukan sekadar kebanggaan seremonial. Peristiwa ini menjadi pemutus stigma lama bahwa perguruan tinggi di daerah tingkat dua tidak mampu melahirkan guru besar secara mandiri. UMMI kini membuktikan diri memiliki kapasitas mutakhir untuk menumbuhkan ekosistem riset berstandar nasional dari jajaran dosen internalnya sendiri.

(A Zazuli)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.