Menjaga Akar Menggapai Dunia: Pengurus Baru PB IPSI Ditantang Selaraskan Tradisi Nusantara dan Prestasi Global

oleh -137 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, Cybernewsnasional.com – Di balik keindahan gerak kilat di atas gelanggang, pencak silat menyimpan warisan filosofi panjang yang harus terus dirawat di tengah modernisasi.

Tantangan besar yang dihadapi saat ini bukan sekadar melahirkan pesilat tangguh berprestasi dunia, melainkan juga memastikan nilai luhur dan tradisi asli pencak silat tetap hidup melintasi pergantian zaman.

banner 336x280

Pesan mendalam tersebut menjadi sorotan utama dalam agenda pelantikan kepengurusan baru Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) yang diselenggarakan secara khidmat, Sabtu, (05/09/2026).

Momentum pelantikan ini menandai langkah awal bagi jajaran pengurus baru untuk melanjutkan tongkat estafet pembinaan nasional sekaligus memperkokoh pelestarian budaya Nusantara.

Ketua Umum PB IPSI terpilih, Sugiono, mengingatkan jajarannya bahwa bergabung dalam kepengurusan organisasi ini bukanlah sekadar formalitas menduduki jabatan struktural semata.

Menurutnya, ada tanggung jawab moral yang besar dan tuntutan pengorbanan yang nyata yang harus diberikan oleh setiap pengurus demi kemajuan dunia pencak silat Indonesia ke depan.

“Terima kasih kepada bapak ibu yang mau mengorbankan waktunya untuk menjadi pengurus PB IPSI. Menjaga budaya dan prestasi merupakan sebuah tanggung jawab besar yang memerlukan pengorbanan, baik dari segi waktu maupun tenaga,” ujar Sugiono.

Pria yang saat ini juga mengemban amanah sebagai Menteri Luar Negeri tersebut menegaskan kembali bahwa kehadiran para pengurus merupakan bentuk pengabdian tulus.

Mereka memiliki visi besar untuk mengembangkan pencak silat secara seimbang, baik dari aspek pencapaian prestasi olahraga maupun penguatan akar budayanya.

Pekerjaan rumah yang menanti PB IPSI di masa depan memang terbilang kompleks dan tidak hanya terbatas pada perolehan medali di arena tanding.

Pencak silat sejatinya memiliki dua dimensi utama yang wajib berjalan beriringan dan saling mengotori, yakni sebagai cabang olahraga prestasi yang kompetitif sekaligus sebagai identitas warisan budaya bangsa.

Oleh sebab itu, pelestarian aspek tradisi diposisikan sebagai pilar penting yang tidak boleh dikesampingkan dalam kurikulum pembinaan pencak silat nasional.

Nilai-nilai moral, tradisi turun-temurun, serta penguatan karakter yang terkandung di dalamnya perlu terus ditanamkan secara konsisten kepada generasi muda Indonesia.

Bergeser ke sektor prestasi, PB IPSI berkomitmen untuk menggenjot pembinaan para atlet secara lebih berjenjang, sistematis, dan berkelanjutan dari hulu ke hilir.

Program regenerasi atlet yang dimulai sejak usia dini dipandang sebagai kunci utama untuk mempersiapkan para pesilat tangguh sebelum mereka melangkah ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

Melalui sistem pembinaan dini yang matang tersebut, para pesilat muda potensial ini nantinya diharapkan siap untuk disaring masuk ke dalam program pembinaan nasional.

Langkah strategis ini dirancang agar Indonesia tidak pernah kehabisan stok atlet berkualitas yang siap diterjunkan ke berbagai kejuaraan internasional.

Tentu saja, agenda besar ini mustahil berjalan lancar tanpa adanya dukungan fondasi organisasi internal yang solid, transparan, dan visioner.

PB IPSI ke depan akan memperketat jalur koordinasi serta komunikasi vertikal dengan seluruh jajaran pengurus di tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Sinergi yang kuat di semua lini organisasi ini diharapkan mampu membangun ekosistem pencak silat nasional yang jauh lebih terarah dan inklusif.

Dengan pembinaan yang konsisten, setiap pesilat muda di pelosok daerah akan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mengukir prestasi emas.

Pada akhirnya, esensi tertinggi dari pencak silat bukan sekadar tentang siapa yang berhasil keluar sebagai pemenang atau mendominasi podium di gelanggang pertandingan.

Jauh di atas itu, ada marwah budaya luhur bangsa dan nilai-nilai kehidupan esensial yang wajib dijaga keasliannya untuk kemudian diwariskan kepada generasi berikutnya.

**(@z)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.