Dari FBPW ke FWB, 10 Wartawan Batam Sepakat Perkuat Solidaritas dan Tempuh Jalur Dialog

oleh -101 Dilihat
oleh
banner 468x60

BATAM, Cybernewsnasional.com – Forum Wartawan Batam (FWB) resmi terbentuk setelah 10 wartawan dari berbagai organisasi dan media yang bertugas di Kota Batam menggelar rapat pembentukan kepengurusan, Jumat (4/9/2026).

Forum tersebut sebelumnya menggunakan nama Forum Barisan Perlawanan Wartawan Kota Batam (FBPW Batam). Perubahan nama menjadi Forum Wartawan Batam (FWB) disepakati sebagai bagian dari perkembangan forum sekaligus memperkuat fungsi organisasi sebagai wadah komunikasi, silaturahmi, diskusi dan penyampaian aspirasi wartawan lintas organisasi di Kota Batam.

banner 336x280

Rapat pembentukan FWB dihadiri Rudiarjo Pangaribuan (swarakepri.com), Indra Dinan (kritisnews.id), Saugi Sahab (bataminfo.co.id), Oki Indra Purnama (strighttimes.com), Hansman Erdianto (metroreformasi.com), Ali Saragih (hallopost.com), Erwin Rambe (alurnasional.com), Darmansyah (mabesnews.com), Tommy Purniawan (Kepriframe.com), dan Ruddin Sihombing (Cybernewsnasional.com).

Melalui mekanisme musyawarah mufakat, peserta rapat kemudian menetapkan struktur kepengurusan FWB.

Rudiarjo Pangaribuan dipercaya sebagai Ketua, Indra Dinan sebagai Sekretaris, dan Saugi Sahab sebagai Bendahara.

Sementara itu, Ruddin Sihombing dipercaya sebagai Direktur Humas, Hansman Erdianto sebagai Direktur Litbang, Oki Indra Purnama sebagai Direktur Usaha, Ali Saragih sebagai Direktur Hubungan Antar Lembaga, Erwin Rambe sebagai Direktur Sosial Kemasyarakatan, Tommy Purniawan sebagai Direktur SDM, serta Darmansyah sebagai Direktur Investigasi.

Ketua FWB Rudiarjo Pangaribuan mengatakan, pembentukan kepengurusan tersebut dimaksudkan untuk membangun struktur kerja yang lebih jelas sekaligus membagi tugas dan tanggung jawab secara proporsional.

“Pembentukan pengurus ini bertujuan untuk menciptakan struktur yang jelas agar tugas dan tanggung jawab terbagi secara proporsional, sehingga tujuan forum dapat dijalankan secara efektif dan efisien,” ujar Rudiarjo.

Menurutnya, FWB merupakan komunitas praktisi wartawan lintas organisasi di Kota Batam yang dibangun atas semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap persoalan yang berkaitan dengan profesi jurnalistik.

Rudiarjo menjelaskan, keberadaan forum tersebut tidak terlepas dari dinamika yang berkembang setelah adanya pernyataan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dalam kegiatan Forum Silaturahmi Pimpinan BP Batam Bersama Insan Pers di Gedung Marketing BP Batam, 25 Agustus 2026.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian sejumlah wartawan di Batam. Sebanyak 12 wartawan dari berbagai organisasi dan media kemudian berkumpul untuk menyikapi persoalan tersebut dan membentuk forum yang saat itu menggunakan nama FBPW Batam.

Forum sempat merencanakan aksi damai di Kantor BP Batam pada Kamis (3/9/2026) untuk menyampaikan aspirasi.

Namun, setelah dilakukan pembahasan dan pertimbangan bersama, rencana aksi tersebut akhirnya dibatalkan. Forum memilih mengedepankan komunikasi dan dialog dengan BP Batam sebagai langkah untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mencari penyelesaian secara konstruktif.

Dalam perkembangan selanjutnya, setelah pemberitahuan rencana aksi disampaikan kepada Polresta Barelang dan keputusan pembatalan aksi disepakati, dua orang inisiator forum, yakni Harisdiyanto selaku koordinator aksi dan Cipta Gemindo Saragih selaku koordinator lapangan, menyatakan mengundurkan diri dari forum.

Keduanya kemudian memilih melanjutkan aktivitas dan perjuangan melalui jalur masing-masing di luar struktur forum.

Pasca pengunduran diri tersebut, 10 inisiator yang masih berada di dalam forum menyepakati perubahan nama FBPW Batam menjadi Forum Wartawan Batam (FWB), sekaligus membentuk kepengurusan secara resmi.

Seiring perubahan nama dan struktur organisasi, FWB juga memberikan penegasan mengenai batas tanggung jawab forum terhadap kegiatan, pernyataan maupun aktivitas pihak-pihak yang sudah tidak lagi menjadi bagian dari forum.

FWB menyatakan bahwa setiap aksi, pernyataan, kegiatan maupun pemberitaan yang dilakukan oleh Cipta Gemindo Saragih setelah menyatakan mengundurkan diri dari forum merupakan sikap dan tanggung jawab pribadi yang bersangkutan.

Dengan demikian, aktivitas tersebut tidak mewakili sikap, keputusan, kegiatan maupun tanggung jawab Forum Wartawan Batam.

Penegasan tersebut disampaikan untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman di tengah masyarakat maupun pihak-pihak yang berhubungan dengan FWB, khususnya terkait kegiatan atau informasi yang mengatasnamakan perjuangan wartawan di Kota Batam.

Rudiarjo menegaskan, perubahan nama dari FBPW Batam menjadi FWB tidak berarti menghilangkan semangat awal para wartawan untuk menjaga kepentingan dan marwah profesi jurnalistik.

“FWB merupakan komunitas wartawan di Kota Batam yang memiliki kepedulian yang sama. Kami ingin membangun forum yang konsisten dalam menjaga marwah profesi, memperkuat solidaritas wartawan lintas organisasi, serta menjadi ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan aspirasi secara konstruktif,” tegasnya.

Ia berharap FWB ke depan dapat menjadi ruang komunikasi yang terbuka bagi wartawan dari berbagai organisasi profesi pers dan media yang bertugas di Kota Batam.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga kebersamaan, profesionalitas dan marwah wartawan. Setiap persoalan yang menyangkut kepentingan pers harus dapat disikapi secara proporsional, berdasarkan data dan melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas Rudiarjo.Versi ini sengaja mengurangi narasi yang berpotensi bersifat personal, memperjelas kronologi, dan menempatkan perubahan FBPW menjadi FWB sebagai perkembangan organisasi.

***(Sihombing)***

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.