Kemarau Panjang Debit Cisadane Surut, Dasar Sungai di Sekitar Pintu Air Terlihat

oleh -110 Dilihat
Kondisi sungai Cisadane di bawah bendungan pintu air 10, dasar di tepian sungai terlihat digunakan memancing.
banner 468x60

TANGERANG, Cybernewsnasional.com – Debit air Sungai Cisadane yang mengalir dari wilayah Bogor menuju Pintu Air 10, Kota Tangerang, jelang September 2026 nampak makin menyusut akibat kemarau panjang. Pasokan air dari wilayah hulu Bogor berada di bawah kondisi normal.

Kondisi tersebut membuat dasar sungai di bawah Pintu Air 10 terlihat jelas, bahkan bebatuan dasar sungai dipakai anak-anak dan warga sebagai tempat bermain dan memancing. Hal tersebut akibat tinggi muka air (TMA) depan atau bagian atas Pintu Air 10 mengalami penurunan dari kondisi normal.

banner 336x280

Petugas Operasional Bendungan Pintu Air 10, Suyadi, mengatakan TMA di bawah bendungan kering karena seluruh pintu air saat ini ditutup karena tidak terdapat debit limpasan yang cukup dari arah hulu. Menurutnya, penutupan pintu air dilakukan untuk menjaga ketersediaan air agar tetap dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan irigasi maupun keperluan lainnya.

“Untuk sekarang ini tidak ada debit limpas, pintu-pintu ditutup semua karena tidak ada pasokan dari Bogor, tidak seperti biasanya dan di bawah normal. Jadi kita tutup agar bisa masuk ke irigasi dan digunakan untuk hal yang lain,” kata Suyadi, Senin (31/8/2026) sore.

Suyadi menjelaskan, penurunan debit Sungai Cisadane turut memengaruhi tinggi muka air di kawasan Pintu Air 10. Dalam kondisi normal, tinggi muka air berada di kisaran 12,40 meter. Namun, saat ini TMA turun hampir 1 meter.

“Harusnya di atas 12,00, sekitar 12,40 normal, sekarang sekitar 11,55. Jadi sudah jauh berkurang,” jelasnya.

Ia mengatakan penurunan tinggi muka air mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, pasokan air dari Bogor sempat meningkat pada 17 Agustus 2026 sehingga tinggi muka air kembali naik. Namun, setelah itu pasokan kembali menurun dan tidak lagi mencapai jumlah seperti sebelumnya.

Menurut Suyadi, kondisi tersebut berkaitan dengan kemarau panjang yang menyebabkan pasokan air dari wilayah hulu Sungai Cisadane berada di bawah kondisi normal. Minimnya aliran dari Bogor kemudian berdampak langsung terhadap jumlah air yang masuk ke kawasan Pintu Air 10 Kota Tangerang.

Meski demikian, ia meminta masyarakat tidak panik karena kondisi ketersediaan air saat ini masih berada dalam kategori aman.

“Himbauan dari Pak kementerian pusat dari Dirjen kemarin dan dari Pak Wali Kota untuk kita jangan khawatir, jangan terlalu panik, air pasti dalam kategori aman. Intinya Pak Wali juga mengimbau agar bijaksana menggunakan air,” tuturnya.

Petugas Operasional Bendung Pintu Air 10.

Suyadi meminta masyarakat menggunakan air secara bijaksana dan sesuai kebutuhan. Ia mengingatkan agar air tidak digunakan secara berlebihan maupun dibuang percuma.

“Iya, Masih amanlah. Walaupun terjadi penurunan seperti sekarang ini, tapi di irigasi masih dalam kategori aman, namun masyarakat dihimbau untuk lebih menghemat air, ” tegasnya.

Suyadi berharap musim kemarau segera berakhir sehingga pasokan air dari wilayah Bogor dapat kembali normal.

“Mudah-mudahan musim kemaraunya cepat berlalu dan air kiriman dari Bogor juga sudah kembali normal seperti biasanya. Masyarakat juga diimbau tetap menjaga agar air bisa digunakan dengan semestinya, tidak dibuang dengan percuma,” harapnya.

Pantauan lapangan, tak hanya di alirah sungai bawah pintu air 10 yang mengalami penurunan, TMA anak sungai Cisadane di jalan TMP Taruna pada Selasa (01/09/2026) pagi tampak mengalami penurunan meski dasar sungai tidak terlihat.

Sebagai informasi, Bendungan Pintu Air 10 atau Bendung Pasar Baru/Sangego merupakan bangunan pengendali air yang berada di aliran Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Banten.

Bangunan tersebut termasuk bangunan Cagar Budaya yang dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda pada 1927 dan diperkirakan mulai difungsikan pada 1932.

Bendungan ini memiliki 10 pintu air berukuran besar dengan lebar masing-masing sekitar 10 meter. Pintu air tersebut berfungsi mengendalikan aliran air, membantu pengendalian banjir, menjaga ketersediaan air baku untuk kebutuhan pengolahan air bersih, serta mendukung kebutuhan irigasi di sejumlah wilayah.

Di sekitar Pintu Air 10 juga terdapat intake atau pintu air berukuran lebih kecil yang mengatur distribusi aliran menuju sejumlah wilayah. Di antaranya aliran air yang mengarah ke kawasan Teluknaga dan Sepatan, Kabupaten Tangerang.

Tak hanya di sekitar Bendungan Pintu Air 10, sistem bendung pintu air sungai Cisadane di Kota Tangerang juga terdapat Pintu Air Mookertvart yang mengatur aliran sungai menuju Jakarta melalui sekitar jalan Daan Mogot namun kini tak lagi difungsikan normal.

Dengan kondisi debit Sungai Cisadane yang masih berada di bawah normal akibat kemarau panjang, masyarakat diimbau tetap menggunakan air secara hemat dan bijaksana sembari menunggu pasokan dari wilayah hulu Bogor kembali normal. (Ups)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.