Perkuat Organisasi, FSP NIBA KSPSI PEMBARUAN Gelar RAKERNAS 2026

oleh -108 Dilihat
banner 468x60

TANGERANG SELATAN, Cybernewsnasional.com – Dalam mewujudkan pekerja yang sejahtera, adil, dan berdaya saing menyongsong era global, Federasi Serikat Pekerja Niaga, Bank, Jasa, dan Asuransi – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia  Pembaruan (FSP NIBA KSPSI P) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tahun 2026, di All Nite and Day Hotel- Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan, Sabtu- Minggu, 29- 30 Agustus 2026.

Hal tersebut guna mengevaluasi program kerja, memperkuat konsolidasi organisasi, serta menyusun langkah perjuangan dalam mengawal hak dan kesejahteraan pekerja dalam menghadapi tantangan zaman, sekaligus menjadi mitra strategis dalam membangun bangsa menuju masyarakat yang sejahtera.

banner 336x280

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Jumhur Hidayat yang juga sebagai Ketua Umum KSPSI turut hadir sekaligus membuka acara, serta dihadiri Ketua DPD KSPSI Provinsi Banten Dedi Sudarajat dan Para Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Anggota se- Provinsi Banten.

Dalam momen tersebut, Ketua Umum FSP NIBA KSPSI Pembaruan Prawoto, S.H., M.H mengatakan, pengesahan melalui musyawarah pihaknya sudah membuat aturan fundamental (AD/ART) yang menjadi pedoman operasional bagi sebuah organisasi, perkumpulan, atau badan usaha sebagai paham dasar hukum, visi organisasi, dan kebutuhan operasional.

“Rakernas ini yang perdana kita laksanakan untuk membahas terkait dengan beberapa agenda pastinya tentang evaluasi program kerja selama dari 2023 sampai di 2026 ini. Agenda hari selain daripada perumusan, tadi ya termasuk salah satunya ada pengunduran diri dari sekretaris umum, sehingga tadi kita tetapkan untuk sebagai sekretaris umum yang baru, itu kita putuskan. Kemudian juga ada beberap membahas tentang peraturan organisasi, yang mana mengatur tentang iuran anggota, tentang cara administratif daripada organisasi, kurang lebih itu,” jelasnya, Minggu (29/8/26).

Membangun sinergi tripartit yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah daerah, seperti audiensi resmi ketenagakerjaan di berbagai wilayah. Dirinya juga menjelaskan, hal tersebut menjadi bagian dari tantangan organisasi ke depan yang memeng harus ditempuh.

Baru terbentuk di tahum 2023. Ia menyebut, baru ada 10 provinsi seluruh Indonesia, yang sudah terbentuk, yakni Provinsi Banten, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lanpung, Bali, Sulawesi Selatan, Riau, Sulawesi Barat.

“Ya tantangannya karena memang FSP NIBA KSPSI Pembaruan ini kan baru terbentuk dari 2023. Pastinya tantangannya adalah bagaimana kami bisa membentuk di seluruh Indonesia untuk tingkatan provinsi sampai ke tingkat pengurus cabang maupun di tingkat perusahaan. Ini masih butuh PR karena kita baru terbentuk di 11 provinsi saat ini. Sehingga masih banyak provinsi- provinsi yang belum kita bentuk, itu tantangannya ke depan dna harus bisa kita bentuk pengurus daerah sampai tingkat cabang dan juga sampai tingkat perusahaan,” beber Prawoto.

Dalam mempersiapkan rencana Musyawarah Nasional (Munas) yang akan digelar di tahun 2028, Prawoto berharap, organisasi yang ia bangun dapat mewujudkan soliditas dan solidaritas diantara pekerja dan serikat pekerja sehingga terwujudnya hubungan industrial yang harmonis, Dinamis dan berkeadilan yang kekuatan perekonomian anggota, dan masyarakat pekerja secara umum serta menciptakan keseimbangan antara pekerja, pengusaha dan pemerintah sebagai pilar hubungan industrial.

“Ya, jadi kan kita memang periodenya itu dari 2023 sampai 2028, maka munas kita nantikan di 2028, jadi kita laksanakan rakenas di pertengahan kepengurusan. Ini kan baru terbentuk, jadi koordinasi konsolidasi pengurus itu baru ini bisa kita laksanakan. Jadi perlu dievaluasi kinerja semua pengurus daerah, harapannya yang sudah terbentuk untuk lebih dapat mengembangkan lagi organisasi ini sampai ke tingkat- tingkat perusahaan, memperbanyak PUK, itulah tantangan ke depannya,” harapnya.

Untuk itu, sebagai wadah komunikasi resmi bagi kedua belah pihak untuk berdiskusi, menyampaikan aspirasi, dan menyelesaikan masalah secara musyawarah. Sebagai mitra strategis, perusahaan pun harus membuka diri untuk serikat pekerja guna meningkatkan produktivitas kerja, menjaga stabilitas operasional, dan menciptakan suasana kerja yang kondusif.

“Pesan khusus untuk para perusahaan. Harapan kami, para pengusaha baik itu di tingkat nasional, pusat maupun daerah dengan kita sudah melaksanakan RAKERNAS ini mereka dapat mengetahui bahwasannya FSP NIBA KSPSI Pembaruan bisa diterima di masing- masing perusahaan. Jadi kita berharap semua pengusaha bisa membuka diri,” ujar Prawoto.

Tidak lupa, Prawoto juga mengajak kepada para pekerja yang bergerak dalam sektor serikat NIBA untuk dapat bergabung demi memastikan perlindungan hak, mendapatkan kepastian kesejahteraan, dan memiliki saluran aspirasi yang jelas.

“Ya, sektor- sektor usaha yang bergerak di bidang itu harapan kami para pekerja ini
yuk bareng- bareng kita berorganisasi, setidaknya dengan bergabung di dalam organisasi ini kita mendapatkan kepastian hukum dan mendapatkan perlindungan secara hukum untuk mendapatkan kesejahteraan dan keadilan di tempat masing- masing bekerja,” pungkasnya.(abi)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.