TANGERANG, Cybernewsnasional.com – Semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menggema di Kota Tangerang melalui Festival Maulid Nusantara 2026. Untuk pertama kalinya, tradisi Muludan Tiga Masjid dipadukan dalam satu rangkaian perayaan yang berlangsung meriah dan penuh nuansa kebersamaan, Selasa (25/8/2026).
Wali Kota Tangerang H. Sachrudin bersama Wakil Wali Kota H. Maryono, Sekretaris Daerah H. Herman Suwarman, jajaran Pemerintah Kota Tangerang, para alim ulama, santri dan masyarakat mengikuti Kirab Gunungan sebagai rangkaian perdana Muludan Tiga Masjid.
Kirab berlangsung semarak. Rombongan diberangkatkan dari kawasan Taman Elektrik dan Tugu Jam, kemudian bergerak menuju Masjid Agung Al-Ittihad yang menjadi pusat pelaksanaan Muludan Tiga Masjid. Sepanjang perjalanan, masyarakat turut menyambut dengan antusias lantunan salawat dan berbagai tradisi Maulid.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak sekadar menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat syiar Islam, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, sekaligus mempererat ukhuwah dan silaturahmi di tengah masyarakat.
“Maulid Nabi Muhammad SAW selain untuk mengenang kelahiran Rasulullah, sekaligus meneguhkan kecintaan kita kepada beliau. Semoga peringatan ini membawa keberkahan dan mendorong kita untuk semakin mengenal serta meneladani akhlaknya,” ujar Sachrudin.
Menurutnya, kemeriahan kirab menjadi gambaran nyata semangat kebersamaan masyarakat dalam menyambut Maulid Nabi. Berbagai elemen masyarakat berjalan bersama, bersalawat dan merayakan Maulid dalam satu semangat persaudaraan.
“Di sini kita berjalan, bersalawat, dan merayakan Maulid bersama. Ketika syiar dibangun dengan kebersamaan, insya Allah keberkahannya juga semakin luas,” katanya.
Sachrudin menilai pelaksanaan Muludan Tiga Masjid tahun ini menjadi momentum istimewa karena untuk pertama kalinya rangkaian tradisi dari tiga masjid dipertemukan dalam satu perayaan yang berpusat di Masjid Agung Al-Ittihad.
Ia pun mengajak masyarakat agar kemeriahan Maulid tidak berhenti sebatas seremoni. Lebih dari itu, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mulai dari menjaga ucapan dan sikap, menghormati tetangga, menyikapi perbedaan secara bijak hingga membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Inilah cara kita menghadirkan ajaran Rasulullah dalam kehidupan. Kemuliaan bukan sebatas kedudukan, tetapi seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada sesama,” tutur Sachrudin.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono dan Sekretaris Daerah Kota Tangerang H. Herman Suwarman yang turut melepas kirab dari Taman Elektrik dan kawasan Tugu Jam menyampaikan bahwa keterlibatan jajaran Pemkot Tangerang merupakan bentuk kebersamaan dalam menyemarakkan Maulid Nabi sekaligus menjaga tradisi keagamaan yang telah tumbuh di tengah masyarakat.
“Kita bersalawat dan merayakan Maulid bersama. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan keteladanan Rasulullah SAW semakin hadir dalam kehidupan kita,” ujar Maryono.
Herman menambahkan, tradisi Muludan merupakan warisan budaya keagamaan yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
“Tradisi ini bukan sekadar perayaan, tetapi tradisi yang harus terus kita rawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tambah Herman.
Kegiatan yang diikuti para alim ulama, santri dan berbagai elemen masyarakat tersebut sekaligus menjadi bagian dari tradisi Muludan yang telah dirawat masyarakat Kalipasir sejak 1939.
Salah satu tradisi yang tetap dipertahankan adalah ngarak perahu maulud, yang diiringi lantunan salawat sepanjang perjalanan. Tradisi tersebut menjadi simbol kuat bagaimana nilai-nilai keagamaan dan budaya masyarakat terus hidup dari generasi ke generasi.
Kemudian di penghujung rangkaian Muludan, masyarakat yang hadir turut menikmati sekitar 3.000 porsi nasi kebuli secara bersama-sama. Jamuan tersebut menjadi wujud rasa syukur sekaligus sarana mempererat kebersamaan dan silaturahmi antarwarga.
Melalui Muludan Tiga Masjid, semangat Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Tangerang tidak hanya hadir dalam kemeriahan kirab dan tradisi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, menjaga warisan budaya keagamaan serta menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
***(Red)***












