Tinjau Fasilitas Strategis di Jakarta, Komut Pertamina Tegaskan Keandalan Pasokan dan Sinergi One Pertamina

oleh -550 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA.Cybernewsnasional.com-Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan melakukan Management Walkthrough (MWT) ke sejumlah fasilitas strategis Pertamina di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan keandalan operasional Pertamina, terutama dalam menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan energi di Jakarta yang menjadi pusat pemerintahan sekaligus salah satu pusat aktivitas ekonomi nasional.

banner 336x280

Dalam rangkaian MWT tersebut, Iriawan mengunjungi sejumlah fasilitas, di antaranya Terminal LPG Jakarta, Fuel Terminal (FT) Tanjung Priok dan area marine, fasilitas Pertamina Lubricants (PTPL), serta kantor Regional JBB (MOR III).

Di setiap lokasi, Iriawan meninjau kesiapan operasional sekaligus berdialog dengan para pekerja Pertamina yang akrab disapa Perwira. Ia juga memberikan arahan terkait kepemimpinan, keselamatan, keandalan aset, serta pentingnya membangun sinergi antarunit dalam menjalankan operasional perusahaan.

Iriawan mengapresiasi seluruh insan Pertamina yang dinilainya menjadi garda terdepan dalam menjamin ketersediaan BBM, LPG, dan pelumas bagi masyarakat maupun sektor industri di Jakarta dan sekitarnya.

“Jakarta merupakan etalase Pertamina. Keandalan operasi di wilayah ini sangat menentukan kepercayaan masyarakat terhadap Pertamina. Karena itu, tidak boleh ada ruang bagi gangguan pasokan maupun penurunan kualitas layanan,” tegasnya.

Menurut Iriawan, seluruh fasilitas yang dikunjungi harus memiliki tingkat operational readiness yang prima. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui keandalan aset, predictive maintenance, integritas fasilitas, kecukupan stok, kesiapan sumber daya manusia, serta sistem tanggap darurat yang teruji.

HSSE Harus Menjadi Budaya Kerja

Iriawan juga menekankan pentingnya penerapan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) sebagai budaya kerja, bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif.

Menurutnya, setiap potensi risiko harus diidentifikasi dan dimitigasi sejak dini melalui inspeksi yang konsisten, disiplin operasional, manajemen perubahan, serta kepemimpinan yang hadir langsung di lapangan.

“Seluruh risiko harus diidentifikasi dan dimitigasi sejak dini melalui inspeksi yang konsisten, disiplin operasi, manajemen perubahan, serta kepemimpinan yang hadir di lapangan,” ujarnya.

Ia meminta setiap temuan dalam MWT dijadikan early warning untuk mencegah terjadinya insiden.

“Keberhasilan bukan diukur dari tidak adanya kecelakaan hari ini, tetapi dari kemampuan mengidentifikasi dan menghilangkan potensi bahaya sebelum menjadi insiden,” imbuhnya.

Secara khusus, Iriawan meminta Regional JBB terus meningkatkan keandalan distribusi BBM melalui digitalisasi, optimalisasi logistik, serta koordinasi yang kuat dengan seluruh terminal dan lembaga terkait. Langkah tersebut diperlukan agar Pertamina mampu merespons perubahan dan dinamika permintaan energi secara cepat.

Sementara itu, untuk Pertamina Lubricants, ia mendorong peningkatan daya saing melalui inovasi produk, peningkatan kualitas, efisiensi proses, serta perluasan pasar domestik dan internasional agar mampu menjadi pemain pelumas kelas dunia.

Terminal LPG Jakarta Jadi Perhatian

Terkait Terminal LPG Jakarta, Iriawan menegaskan bahwa fasilitas tersebut memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan pasokan energi bagi rumah tangga dan sektor industri.

Dengan karakteristik LPG yang memiliki risiko tinggi serta lokasi fasilitas yang berdekatan dengan kawasan padat penduduk, ia meminta integritas fasilitas, inspeksi, pemeliharaan, kesiapsiagaan keadaan darurat, dan pengamanan operasional menjadi prioritas utama.

“Mengingat karakteristik LPG yang berisiko tinggi serta lokasi fasilitas yang berdekatan dengan kawasan padat penduduk, integritas fasilitas, inspeksi, pemeliharaan, kesiapsiagaan darurat, dan pengamanan operasi harus menjadi prioritas utama,” tuturnya.

Lebih lanjut, Iriawan mendorong penguatan sinergi antar-subholding agar seluruh rantai pasok energi dapat berjalan sebagai satu sistem yang terintegrasi, mulai dari pasokan, penyimpanan, distribusi hingga pelayanan kepada pelanggan.

Ia juga meminta seluruh unit terus mencari peluang efisiensi, meningkatkan produktivitas, memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta membangun budaya perbaikan berkelanjutan tanpa mengesampingkan aspek keselamatan.

Perkuat Sinergi One Pertamina

Iriawan menegaskan pentingnya integrasi dan koordinasi lintas fungsi, lintas fasilitas, antar-subholding, serta anak perusahaan sebagai satu kesatuan rantai nilai “One Pertamina”.

“Hilangkan pola kerja yang masih berjalan sendiri-sendiri dan bangun sinergi mulai dari pengadaan, produksi, penyimpanan, transportasi, distribusi hingga pelayanan kepada pelanggan,” katanya.

Menurutnya, integrasi tersebut harus mampu mengoptimalkan utilisasi aset, menyelaraskan perencanaan, mengurangi duplikasi proses, meningkatkan produktivitas, serta memanfaatkan kapabilitas terbaik yang dimiliki Grup Pertamina.

Ia menambahkan, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari terjaminnya pasokan energi, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan operasional yang semakin efisien.

“Cost per liter BBM, cost per kilogram LPG, dan cost per liter pelumas harus terus menurun tanpa mengurangi standar HSSE, kualitas produk, keandalan operasi, maupun pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Iriawan menyebut hal tersebut merupakan bagian dari Operational Excellence, yakni memberikan nilai terbaik melalui kolaborasi, efisiensi, dan sinergi untuk memperkuat daya saing Pertamina sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Di akhir kunjungannya, Iriawan menegaskan bahwa keandalan pasokan, operational excellence, dan penerapan HSSE merupakan fondasi utama Pertamina dalam menjaga kepercayaan masyarakat serta mendukung ketahanan energi nasional.

“Setiap insan Pertamina harus bekerja dengan integritas, profesionalisme, dan semangat memberikan yang terbaik bagi bangsa,” pungkasnya.

(Sunarno)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.