Soft Tennis Indonesia Persiapan Menuju Asian Games Nagoya 2026

oleh -93 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA.Cybernewsnasional.com-Tim Nasional (Timnas) Soft Tennis Indonesia terus mematangkan persiapan menghadapi Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang. Memasuki fase krusial pemusatan latihan nasional (pelatnas), program latihan difokuskan pada peningkatan kondisi fisik, penyempurnaan teknik, strategi permainan, serta penguatan mental bertanding agar para atlet mampu tampil maksimal di ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.

Keseriusan persiapan Timnas Soft Tennis Indonesia turut mendapat perhatian dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Tim dari KOI meninjau langsung jalannya program latihan di pusat pelatnas sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan para atlet menuju Asian Games 2026.

banner 336x280

Sekretaris Jenderal PP PESTI, Buyung Wijaya Kusuma, mengatakan perkembangan para atlet menunjukkan tren positif. Menurutnya, meski proses persiapan diwarnai berbagai tantangan, semangat para pemain tetap tinggi dan menjadi modal penting untuk bersaing di Nagoya.

“Setiap proses menuju ajang sebesar Asian Games tentu memiliki tantangan. Namun yang paling membanggakan adalah semangat para atlet tidak pernah surut. Mereka berlatih dengan disiplin, pagi hingga sore, membawa tekad yang sama untuk mengenakan lambang Garuda di dada dan mempersembahkan prestasi bagi Indonesia. Mental bertanding mereka semakin matang dan kami optimistis tim ini mampu memberikan hasil terbaik di Nagoya,” ujar Buyung. Jumat(24/7)

Optimisme tersebut didukung hasil uji coba internasional yang dijalani Timnas Soft Tennis Indonesia di Korea Selatan pada pertengahan hingga akhir Juni 2026. Dalam dua turnamen di Incheon dan Sunchang, skuad Merah Putih berhasil membawa pulang tiga medali perunggu meski harus menghadapi negara-negara kuat seperti Jepang dan Korea Selatan.

Pelatih kepala sektor putri, Gularso Mulyadi, menilai hasil tersebut menjadi indikator positif atas perkembangan kemampuan para atlet selama menjalani pelatnas. Menurutnya, pengalaman bertanding di level internasional memberikan kepercayaan diri sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan performa tim.

“Perkembangan atlet sangat baik dibandingkan awal pemusatan latihan. Hasil uji coba di Korea memberi kami banyak pelajaran sekaligus kepercayaan diri setelah meraih tiga medali perunggu di tengah persaingan dengan Jepang, Korea, dan negara kuat lainnya. Kini fokus kami adalah menyempurnakan detail teknik, akurasi pukulan, serta strategi permainan. Kondisi fisik atlet juga terus ditingkatkan agar saat memasuki Agustus mereka berada pada puncak performa. Kami sangat optimistis tim ini memiliki peluang untuk bersaing memperebutkan medali di Asian Games,” kata Gularso.

Berdasarkan hasil evaluasi dari rangkaian turnamen internasional tersebut, tim pelatih kini memfokuskan program latihan pada penyempurnaan aspek teknis, peningkatan akurasi pukulan, serta pematangan strategi permainan yang diyakini akan menjadi faktor penentu saat menghadapi pertandingan-pertandingan ketat di Nagoya.

Program pelatnas dipimpin oleh Gularso Mulyadi sebagai pelatih sektor putri, Prima Simpatiaji sebagai pelatih sektor putra, serta Robby Sudrajat yang bertanggung jawab atas program peningkatan kondisi fisik atlet.

Dengan waktu persiapan yang terus berjalan menuju Asian Games 2026, Timnas Soft Tennis Indonesia berharap seluruh program latihan dapat terlaksana sesuai rencana. Melalui kombinasi peningkatan fisik, teknik, strategi, dan mental bertanding, skuad Merah Putih menargetkan mampu tampil kompetitif serta membawa pulang medali untuk Indonesia dari Nagoya.

 

(Sunarno)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.