NIAS, cybernewsnaaional.com – Pemerintah Desa Bawomataluo di Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus berupaya menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya luhur melalui penyelenggaraan Gema Budaya Hilifamaedodanö 2026.
Acara Gema Budaya Hilifamaedodanö 2026 ini adalah sebuah panggung pertunjukan kekayaan adat dan nilai-nilai budaya warisan leluhur masyarakat Kepulauan Nias. Seperti Lompat Batu (Hombo Batu), Tari Perang (Fataele), Fo’ere (Tarian Tradisional Nias), Famadaya Harimau (Arak-arak patung Harimau) hingga Maena Massal.
Ageda Festival Budaya Masyarakat Kepulauan Nias ini akan berlangsung pada 27 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Kepala Desa Bawomataluo, Teruna Wau, menegaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Bawomataluo sebagai salah satu desa budaya paling bersejarah di Indonesia.
Ia menambahkan, budaya merupakan aset bernilai tinggi yang harus diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang oleh perkembangan zaman.
“Generasi muda harus mengenal dan mencintai budayanya sendiri. Melalui festival ini, kami ingin membangun rasa bangga terhadap budaya Nias sekaligus memperkuat persatuan melalui keberagaman budaya Indonesia,” ujarnya, Jumat 24 Juli 2026.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperluas promosi budaya Nias sekaligus meningkatkan perhatian pemerintah terhadap pelestarian desa adat.
Apalagi Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (RI) Fadli Zon diagendakan hadir pada pembukaan Festival yang akan berlangsung pada 27 Juli–2 Agustus 2026 di Desa Bawomataluo.
“Melalui festival ini, masyarakat akan disuguhkan berbagai atraksi budaya, pertunjukan seni tradisional, serta nilai-nilai adat yang masih terpelihara hingga kini,” pungkasnya.(Ab)












