Kades Kadu Gandeng Tiga Pilar Edukasi Warga Agar Tidak Membakar Sampah Sembarangan

oleh -176 Dilihat
oleh
banner 468x60

TANGERANG, Cybernewsnasional.com – Memasuki musim kemarau yang identik dengan meningkatnya risiko kebakaran, Pemerintah Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, bersama unsur Tiga Pilar menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan serta menghindari segala aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Kepala Desa Kadu, M. Asdiansyah atau yang akrab disapa Meonk, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh perangkat desa, RT, RW, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa untuk aktif mengedukasi masyarakat mengenai bahaya pembakaran sampah, khususnya di musim kemarau.

banner 336x280

“Saya sudah meminta peran RT, RW, serta berkolaborasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa agar bersama-sama menyadarkan masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan di lingkungannya,” ujar Meonk saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, selain melakukan sosialisasi secara langsung kepada warga, Pemerintah Desa Kadu juga akan memasang spanduk berisi imbauan mengenai pengelolaan sampah yang benar. Warga diminta membuang sampah ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dan tidak lagi membakarnya di lingkungan permukiman.

“Kami akan memasang spanduk sebagai pengingat kepada masyarakat agar sampah dikelola dengan baik di TPS dan tidak dibakar, terutama selama musim kemarau,” katanya.

Tak hanya melarang pembakaran sampah, Meonk juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun menyalakan api di lokasi yang berpotensi memicu kebakaran.

“Selain pembakaran sampah, membuang puntung rokok sembarangan dan menyalakan api tanpa pengawasan juga menjadi penyebab terjadinya kebakaran. Karena itu kami mengajak seluruh warga untuk lebih disiplin dan berhati-hati,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pembakaran sampah masih menjadi salah satu penyebab pencemaran udara yang berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Asap hasil pembakaran mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat mengganggu sistem pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit paru-paru.

Di sisi lain, kobaran api dari pembakaran sampah juga berpotensi merambat ke lahan kering, semak belukar, maupun bangunan di sekitarnya sehingga meningkatkan risiko kebakaran, terutama saat cuaca panas dan angin bertiup kencang.

“Pembakaran sampah bukan solusi dalam pengelolaan sampah. Selain menghasilkan asap yang mencemari udara, api yang ditimbulkan juga berpotensi menyebar dan menyebabkan kebakaran. Karena itu kami terus mengajak masyarakat mengelola sampah dengan benar demi menjaga lingkungan dan keselamatan bersama,” pungkas Meonk.

Pemerintah Desa Kadu berharap kesadaran masyarakat terus meningkat sehingga lingkungan tetap bersih, kualitas udara terjaga, serta risiko kebakaran selama musim kemarau dapat diminimalkan melalui kepedulian dan kedisiplinan bersama.

***(Angga)***

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.