Gagalkan Penyelundupan Pasir Timah ke Malaysia, TNI AL Amankan 1,9 Ton Barang Bukti

oleh -169 Dilihat
banner 468x60

BATAM.Cybernewsnasional.com-TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menggagalkan upaya penyelundupan sumber daya alam strategis. Melalui Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV di bawah jajaran Koarmada RI, aparat berhasil menggagalkan penyelundupan 1,9 ton pasir timah yang diduga akan dikirim ke Malaysia melalui perairan Karimun, Kepulauan Riau.

Keberhasilan tersebut diumumkan dalam konferensi pers yang dipimpin Komandan Kodaeral IV, Laksda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla, di Mako Lanal Tanjung Balai Karimun, Selasa (21/7/2026).

banner 336x280

Turut mendampingi Ir Kodaeral IV, para Asisten Kodaeral IV, Dansathantai, Danden Intel Kodaeral IV, serta Danlanal Tanjung Balai Karimun. Konferensi pers juga dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Karimun, Bea Cukai Kepulauan Riau, Polres Karimun, Kejaksaan Negeri Karimun, Pengadilan Negeri Karimun, serta diikuti satuan jajaran Kodaeral IV melalui Zoom Meeting.

Laksda TNI Berkat Widjanarko menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan implementasi arahan pimpinan TNI AL dalam mendukung kebijakan pemerintah memberantas penyelundupan sumber daya alam, mengawal program hilirisasi, serta menjaga kekayaan mineral nasional.

“Keberhasilan ini merupakan implementasi nyata perintah pimpinan TNI Angkatan Laut untuk memberantas penyelundupan sumber daya alam, mengawal program hilirisasi, serta memastikan kekayaan mineral Indonesia dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat,” tegas Laksda TNI Berkat Widjanarko.

Pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat pada 20 Juli 2026 mengenai dugaan penyelundupan pasir timah ke Malaysia. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Quick Response Region Command IV Lanal Tanjung Balai Karimun bersama Satgas Operasi Cakra-26.K Sat Intelmar Pusintelal melakukan penyekatan dan pengintaian di Perairan Pelambung, Karimun.

Sekitar pukul 01.45 WIB, petugas berhasil mengamankan satu unit speedboat fiber bermesin ganda 200 PK, 50 karung pasir timah dengan berat sekitar 1.900 kilogram, serta seorang terduga pelaku.

Dari hasil pengembangan, aparat mengidentifikasi lima orang yang diduga terlibat, masing-masing berinisial DS, W, A, OA, dan I, dengan peran sebagai pemilik muatan, nahkoda, dan anak buah kapal.

Selain pasir timah, petugas turut menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit speedboat, tiga telepon genggam, dua tas selempang, dompet, KTP, SIM A, dua kartu ATM BCA, dua powerbank, serta sebuah kacamata.

Hasil uji laboratorium menunjukkan material yang diamankan memiliki kandungan timah (Sn) yang tinggi, mengindikasikan pasir timah tersebut merupakan hasil penambangan yang belum melalui proses pengolahan.

Menurut Laksda TNI Berkat Widjanarko, operasi ini berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sekitar Rp1,52 miliar, berdasarkan estimasi nilai jual pasir timah di Malaysia.

Keberhasilan tersebut sekaligus menegaskan kesiapsiagaan TNI AL dalam menjalankan fungsi penegakan hukum di laut, memperkuat pengawasan wilayah perbatasan, serta mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan lintas negara.

Saat ini seluruh tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mako Lanal Tanjung Balai Karimun untuk menjalani proses penyidikan. Penanganan perkara dilakukan bersama instansi terkait guna mengungkap jaringan penyelundupan secara menyeluruh dan menuntaskan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Laksda TNI Berkat Widjanarko menegaskan TNI AL akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah perairan Indonesia, khususnya terhadap penyelundupan mineral, narkotika, maupun tindak pidana lintas negara lainnya yang dapat mengancam kedaulatan serta merugikan kepentingan nasional. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi kepada aparat apabila menemukan aktivitas mencurigakan di laut sebagai bentuk sinergi menjaga kedaulatan dan kekayaan alam Indonesia.

 

( Sunarno )

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.