Kecamatan Periuk Perkuat Peran RT/RW dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

oleh -108 Dilihat
oleh
banner 468x60

KOTA TANGERANG, Cybernewsnasional.com – Kecamatan Periuk menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas RT/RW tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Aula Kecamatan Periuk, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran Ketua RT/RW sebagai ujung tombak dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui pengelolaan sampah dari sumbernya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, dan dihadiri Camat Periuk Andhika Nugraha Krisyna Murti, SSTP., M.Si., para lurah se-Kecamatan Periuk, Kasi Tata Pemerintahan (Tapem) dari setiap kelurahan, serta Ketua RT/RW se-Kecamatan Periuk. Hadir sebagai narasumber Praktisi Lingkungan dan Bank Sampah, Tukidi, SE., S.Kim., MM, yang membagikan pengalaman dan strategi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

banner 336x280

Dalam sambutannya, Camat Periuk Andhika Nugraha Krisyna Murti, SSTP., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peningkatan kapasitas RT/RW dalam mengimplementasikan Peraturan Wali Kota Tangerang Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga.

Menurutnya, kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing saat ini sudah sangat memprihatinkan sehingga diperlukan upaya bersama untuk mengurangi dan mereduksi volume sampah sejak dari rumah tangga.

“RT dan RW memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat agar terbiasa memilah dan mengelola sampah dari sumbernya. Dari total 76 RW di Kecamatan Periuk, saat ini baru terbentuk 13 bank sampah. Ke depan kami berharap jumlah tersebut terus bertambah agar pengelolaan sampah berbasis masyarakat semakin optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, mengajak seluruh aparatur kelurahan, khususnya Kasi Tata Pemerintahan (Tapem), bersama RT/RW untuk terus mengawal program pengelolaan sampah di wilayah masing-masing.

Ia menegaskan bahwa kebersihan harus menjadi budaya sekaligus karakter masyarakat Kota Tangerang. Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Jadikan budaya bersih sebagai karakter warga Kota Tangerang. Pemerintah, RT/RW, dan masyarakat harus bergerak bersama agar persoalan sampah dapat ditangani dari hulunya,” tegas Maryono Hasan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota juga menyinggung persoalan penanganan sampah di kawasan Total Persada, yang menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Tangerang agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih besar.

Pada sesi pemaparan materi, Tukidi, SE., S.Kim., MM, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat harus dimulai dari perubahan perilaku warga melalui pemilahan sampah, pengolahan sampah organik, serta pengembangan bank sampah yang tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Kecamatan Periuk berharap seluruh Ketua RT/RW dapat menjadi pelopor perubahan di lingkungannya masing-masing, sehingga tercipta budaya masyarakat yang peduli terhadap kebersihan, mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Rawa Kucing, serta mendukung terwujudnya Kota Tangerang yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

***(Angga)***

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.