Dorong Wujudkan Desa Sirnaresmi jadi Desa Wisata Unggulan, Kadispar Ali Iskandar Ungkapkan Hal Ini !

oleh -6598 Dilihat
oleh
banner 468x60

‎SUKABUMI, Cybernewsnasional.com Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi terus mendorong Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok menjadi desa wisata. Hal itu ditandai dengan ajakan kepada masyarakat dan wisatawan untuk menikmati kekayaan budaya melalui tradisi Seren Taun yang akan digelar di tiga kasepuhan di Desa Sirna Resmi, Kecamatan Cisolok.

‎Dalam keterangan resminya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar mengungkapkan Desa Sirna Resmi memiliki kekayaan budaya yang luar biasa.

banner 336x280

‎”Wilayah ini menjadi rumah bagi tiga kasepuhan, yakni Kasepuhan Sinar Resmi, Kasepuhan Cipta Mulia, dan Kasepuhan Gelar Alam.

Keberadaan tiga kasepuhan tersebut turut memperkuat identitas budaya Sukabumi hingga menjadi bagian dari pengakuan UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu,” ujar Kadispar, Jumat (3/7/2026).

‎Disampaikannya, Ritual adat yang ada disana telah diwariskan turun-temurun dan menjadi salah satu daya tarik wisata budaya unggulan Kabupaten Sukabumi.

‎”Tradisi Seren Taun harus kita sukseskan bersama. Ini bukan hanya pelestarian budaya, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang layak dikunjungi. Desa Sirna Resmi pantas menjadi desa wisata dan daerah tujuan wisata karena memiliki banyak atraksi budaya yang unik,” imbuhnya.

‎Ali juga menjelaskan, puncak Seren Taun akan digelar di Kasepuhan Sinarresmi pada 5 Juli 2026, kemudian dilanjutkan di Kasepuhan Cipta Mulia pada 12 Juli 2026, dan terakhir di Kasepuhan Gelar Alam yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

‎Tak lupa Kadispar mengajak wisatawan untuk datang langsung menyaksikan rangkaian prosesi adat yang sarat makna, mulai dari ritual syukuran panen hingga berbagai atraksi budaya khas masyarakat adat.

‎”Dinas Pariwisata juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momen Seren Taun sebagai agenda wisata budaya di Sukabumi. Selain menikmati keindahan alam Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, wisatawan juga dapat merasakan pengalaman menyaksikan tradisi adat yang autentik dan tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” kata Kadispar Ali Iskandar.

‎Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Sirna Resmi, Iwan Ruswandi, mengatakan masyarakat adat di tiga kasepuhan masih teguh menjaga warisan leluhur, terutama dalam tradisi bertani padi.

‎”Padi diperlakukan sebagai simbol kehidupan sehingga hasil panen hanya diperuntukkan bagi kebutuhan konsumsi masyarakat adat dan tidak diperjualbelikan. Panen pun hanya dilakukan satu kali dalam setahun sebagai bagian dari kearifan lokal yang terus dipertahankan,” terangnya.

‎Ditambahkannya, masyarakat adat juga masih menjaga tradisi dalam kehidupan sehari-hari, seperti penggunaan pakaian adat berupa sinjang bagi perempuan dan iket bagi laki-laki sebagai identitas budaya.

‎Iwan juga mengatakan, pihaknya berharap budaya ini semakin dikenal luas dan mendapat perhatian, sehingga semakin banyak wisatawan yang datang untuk melihat langsung tradisi yang masih terjaga hingga sekarang,” pungkasnya.

‎(AZ)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.