Sinergi Lawan Narkoba: Wali Kota Jakut Gandeng Pemuda dan Benteng Keluarga Hadapi Modus Baru Liquid Vape

oleh -457 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA.Cybernewsnasional.com-Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, keberhasilan memberantas barang haram ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dan generasi muda.

​Hal tersebut disampaikannya dalam acara sosialisasi bertema “Peningkatan Pencegahan, Peredaran, Penanggulangan, dan Penyalahgunaan Narkoba” di ruang pola lantai 2 Kantor Walikota Administrasi Jakarta Utara .Senin (29/06/2026).

banner 336x280

Acara tersebut digelar untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat, dan warga dalam menghadapi ancaman narkotika yang kian cerdik berkembang.

​”Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi garda terdepan. Jika narkoba merusak satu generasi, maka yang dipertaruhkan bukan hanya masa depan individu, melainkan masa depan bangsa,” ujar Hendra.

​Ia menambahkan, kepedulian sosial, keberanian melapor, serta ketahanan keluarga adalah tiga benteng utama yang harus diperkuat di tengah lingkungan warga.

​Waspada Modus Baru: Narkoba Berkedok Liquid Vape

​Tantangan pencegahan kini memang semakin berat. Kepala BNN Kota Jakarta Utara, Kombes Pol. Irwan Andy Purnamawan, menyoroti munculnya ancaman baru berupa New Psychoactive Substances (NPS) yang disamarkan dalam bentuk liquid (cairan) vape.

​Modus ini menjadi teka-teki baru bagi aparat karena secara fisik sangat sulit dibedakan dengan cairan vape biasa, padahal target utamanya adalah remaja dan anak muda. Menyikapi hal ini, BNNK Jakarta Utara langsung bergerak cepat memperketat pintu masuk wilayah.

​”Kami telah menjalin kerja sama intensif dan masif dengan Bea Cukai untuk memperketat pengawasan di jalur-jalur rawan, baik pelabuhan besar maupun pelabuhan tikus (kecil). Ini demi mencegah masuknya narkoba gaya baru,” kata Irwan dalam sesi tanya jawab.

​Di sisi lain, Irwan juga mengingatkan pentingnya peran domestik rumah tangga. Ia menekankan bahwa kehadiran sosok ayah memiliki pengaruh besar dalam membangun kedekatan emosional dan membentengi karakter anak agar tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.

​”Peran ayah bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga pelindung, pendidik, dan teladan. Kehadiran figur ayah yang kuat di dalam keluarga bisa mencegah anak terjerumus ke dalam lingkaran hitam narkoba,” imbuhnya.

​Jakarta Darurat Narkoba: Fenomena Kampung Bahari hingga Strategi ala ‘Pablo Escobar’

​Kondisi Jakarta yang belum aman dari jerat narkoba juga diamini oleh Tenaga Ahli Gubernur DKI Jakarta, Mohammad Hikari Ersada. Berdasarkan data pemprov, Jakarta masih berada dalam status darurat narkoba dengan beberapa wilayah yang masuk dalam zona merah mapan.

​Beberapa titik hitam tersebut di antaranya adalah:

​Kampung Muara Bahari (Jakarta Utara)

​Kampung Ambon / Kedaung Kali Angke (Jakarta Barat)

​Kampung Boncos / Kota Bambu Selatan (Jakarta Barat)

​Hikari membeberkan bahwa sindikat narkoba modern kerap memanfaatkan celah sosial dan ekonomi warga untuk melanggengkan bisnis mereka. Ada dua faktor utama yang biasa dieksploitasi bandar: sikap permisif masyarakat yang memilih bungkam/melindungi bandar, serta kerentanan ekonomi yang menjepit warga.

​Ia bahkan menganalogikan taktik operasional ini dengan gaya gembong narkoba legendaris asal Kolombia.

​”Mirip bagaimana Pablo Escobar dahulu membangun rumah bagi masyarakat miskin di sekitarnya demi mendapat perlindungan dan loyalitas. Ketika masyarakat sudah bergantung secara ekonomi pada jaringan tersebut, sindikat akan menjadi sangat sulit diberantas,” jelas Hikari.

​Melalui komitmen bersama dalam sosialisasi ini, Pemerintah Kota Jakarta Utara berharap integrasi antara penegak hukum, pemerintah daerah, keluarga, hingga organisasi kepemudaan dapat berjalan efektif demi memutus mata rantai narkotika di ibu kota.

​Sebagai informasi, agenda strategis ini turut dihadiri oleh Kepala Kesbangpol Jakarta Utara Muhammad M. Reza Pahlevi, jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), organisasi Karang Taruna, serta berbagai elemen masyarakat lintas sektor.

( Sumarno)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.