Dishub DKI Gandeng Komunitas Ojol, Perkuat Penertiban Parkir Liar dan Keselamatan Berlalu Lintas

oleh -58 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA.Cybernewsnasional.com-Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta memperkuat sinergi dengan komunitas ojek online (ojol) sebagai bagian dari evaluasi penertiban parkir liar sekaligus upaya menciptakan lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan kondusif di Ibu Kota.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, saat memimpin Apel Arahan di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), yang dihadiri jajaran pejabat dan petugas Dishub serta perwakilan berbagai komunitas ojek online.

banner 336x280

Dalam arahannya, Budi menjelaskan bahwa dinamika yang sempat terjadi antara petugas Dishub dengan seorang pengemudi ojol di wilayah Jakarta Timur telah diselesaikan secara kekeluargaan. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pola penertiban yang lebih humanis dan komunikatif tanpa mengurangi ketegasan dalam penegakan aturan.

“Ke depan penertiban parkir liar tetap kami lakukan. Namun, pelaksanaannya harus mengedepankan komunikasi yang baik, dialog, dan langkah yang terukur, tanpa mengurangi ketegasan dalam penegakan aturan,” ujar Budi.

Ia menegaskan, penertiban parkir liar dilakukan terhadap seluruh bentuk pelanggaran di ruang jalan dan tidak hanya menyasar kendaraan ojek online. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga fungsi jalan sebagai sarana mobilitas publik agar tidak terganggu oleh kendaraan yang parkir sembarangan.

Terkait insiden yang sempat menjadi perhatian publik, Budi menjelaskan bahwa kendaraan milik pengemudi ojol yang bersangkutan telah diambil kembali pada hari yang sama tanpa dikenakan biaya apa pun. Proses pengambilan kendaraan dilakukan sesuai prosedur dengan pembuatan surat pernyataan.

Sebagai tindak lanjut, Dishub DKI Jakarta akan mengundang komunitas ojol, operator aplikasi, serta pengelola gedung dan kawasan komersial untuk membahas penyediaan ruang parkir maupun shelter khusus bagi pengemudi ojol. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi parkir liar di pusat perbelanjaan, perkantoran, dan lokasi aktivitas masyarakat lainnya.

Selain itu, kerja sama juga akan diarahkan pada penguatan edukasi keselamatan dan ketertiban berlalu lintas, termasuk imbauan agar pengemudi tidak parkir sembarangan, tidak melawan arus, serta selalu melengkapi dokumen kendaraan.

“Masukan dari teman-teman ojol kami catat. Kami ingin penertiban di lapangan tidak berdiri sendiri, tetapi diikuti koordinasi dengan pengelola gedung dan operator agar ada dukungan fasilitas parkir yang lebih tertata,” kata Budi.

Perwakilan komunitas ojol, Ayah Beno, menyambut baik ruang dialog yang dibuka oleh Dishub DKI Jakarta. Ia menegaskan komunitas ojol siap mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan ketertiban lalu lintas melalui edukasi kepada para pengemudi.

“Kami menyambut baik ruang dialog yang dibuka Dishub. Ke depan, kami siap ikut mengedukasi rekan-rekan ojol agar semakin tertib berlalu lintas, tidak parkir sembarangan, tidak melawan arus, dan tetap mengutamakan keselamatan saat bekerja di jalan,” ujarnya.

Senada dengan itu, perwakilan pengemudi ojek online, Irfan, berharap koordinasi antara Dishub, operator aplikasi, dan pengelola gedung dapat menghasilkan solusi yang lebih baik, terutama terkait kebutuhan ruang parkir bagi pengemudi ojol.

“Kami berharap ada tindak lanjut bersama terkait penyediaan ruang parkir atau shelter bagi pengemudi ojol di gedung-gedung dan kawasan komersial. Dengan begitu, penertiban di lapangan juga dibarengi solusi yang memudahkan pengemudi tetap tertib tanpa mengganggu fungsi jalan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Gograber Indonesia, Bang Maung, menegaskan pihaknya siap mendukung penyelesaian berbagai persoalan di lapangan melalui komunikasi dan musyawarah.

“Ke depan kami ingin persoalan seperti ini diselesaikan dengan komunikasi dan musyawarah. Kami juga akan terus mengingatkan rekan-rekan pengemudi untuk menghormati aturan yang berlaku dan menjaga ketertiban di jalan,” katanya.

Melalui sinergi yang lebih erat antara pemerintah, komunitas ojol, operator aplikasi, dan pengelola kawasan, Dishub DKI Jakarta berharap penataan lalu lintas dan penertiban parkir liar dapat berjalan lebih efektif, sekaligus menghadirkan solusi yang mendukung aktivitas para pengemudi tanpa mengganggu fungsi jalan sebagai ruang publik.

 

( Sunarno )

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.