Hadiri APOS 2026 di Bali, Wagub Rano Siapkan SDM untuk Industri AI

oleh -205 Dilihat
banner 468x60

NUSA DUA, BALI.Cybernewsnasional.com-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menghadiri Asia Pacific Video Operators Summit (APOS) 2026 di Nusa Dua, Bali, pada 16–18 Juni 2026. Kehadiran Rano bersama delegasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merupakan bagian dari upaya memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi di Jakarta.

Dalam agenda mewujudkan Jakarta sebagai kota sinema, Pemprov DKI Jakarta menjadi satu-satunya pemerintah daerah di Indonesia yang mendapat kesempatan hadir dan berkolaborasi dengan para pelaku industri hiburan, konten, dan teknologi dari kawasan Asia Pasifik.

banner 336x280

Pada hari pertama kegiatan, Rano mengikuti sesi CEO Forum yang membahas perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) serta proyeksi industri tersebut dalam 20 tahun ke depan. Forum tersebut menghadirkan Co-Founder dan Managing Partner Asia Partners, Nick Nash, yang memaparkan peluang besar industri konten di negara-negara berkembang.

Menurut Nick, perpaduan antara kekuatan cerita dan teknologi AI akan menjadi tren yang semakin berkembang di masa depan, termasuk di kawasan Asia Tenggara.

“Saya percaya Indonesia dan Asia Tenggara akan menjadi pasar besar bagi konten berbasis AI, dan kami memprediksi dalam satu dekade ke depan microdrama akan dihasilkan dengan teknologi AI,” ujar Nick.

Menanggapi hal tersebut, Rano menegaskan bahwa Jakarta harus siap menghadapi perkembangan teknologi AI, tidak hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam industri tersebut. Karena itu, penguatan sumber daya manusia menjadi langkah penting yang harus segera dilakukan.

“Saya rasa ke depan Jakarta harus bersiap, terutama jika AI semakin berkembang. Kita tidak hanya ingin menjadi pasar, tetapi juga pelaku utama. Jakarta harus menyiapkan SDM di bidang AI untuk mengembangkan industrinya. Kita memiliki SMK yang bisa menjadi titik awal untuk mempersiapkan talenta-talenta tersebut,” ujar Rano.

Menurutnya, sebagai kota global yang berbudaya dan kreatif, Jakarta tidak boleh melewatkan peluang ekonomi yang muncul dari perkembangan teknologi AI, khususnya pada subsektor ekonomi kreatif seperti industri film dan konten digital.

“Dalam pengembangan subsektor ekonomi kreatif, khususnya film, teknologi AI bukan lagi sekadar keniscayaan. Teknologi ini telah membawa dampak ekonomi yang nyata di pasar global. Jakarta harus dan akan memanfaatkan peluang ini,” pungkas Rano.

Melalui keikutsertaan dalam APOS 2026, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus memperkuat kesiapan Jakarta dalam menghadapi transformasi industri kreatif berbasis teknologi di masa depan.

( Sunarno )

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.