Menteri Imipas Serahkan 5 Rumah Dibedah di Sukabumi, Targetkan 530 Rutilahu untuk Masyarakat Prasejahtera

oleh -3933 Dilihat
oleh
banner 468x60

SUKABUMI, Cybernewsnasional.com – Program bedah rumah bagi masyarakat prasejahtera terus digencarkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa jajaran kementeriannya memiliki tanggung jawab untuk mendukung program Presiden melalui berbagai aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Agus Andrianto saat meresmikan hasil program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di sekitar Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Rabu (10/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak lima unit rumah dan satu masjid yang telah selesai dibangun secara resmi diserahkan kepada penerima manfaat.

banner 336x280

“Kami ini pembantunya Bapak Presiden. Jadi tugas kita adalah bagaimana bisa menjadi bagian memberikan kontribusi untuk melancarkan program Presiden,” ujar Agus Andrianto.

Menurut Agus, program bedah rumah yang dijalankan pihaknya memiliki keunggulan dari sisi efisiensi waktu dan biaya. Pembangunan lima rumah tersebut hanya membutuhkan waktu 19 hari berkat penggunaan material prefabrikasi yang diproduksi oleh warga binaan Lapas Kelas I Tangerang.

“Kecepatan waktu dan bahan yang relatif terjangkau ini bisa menghasilkan rumah yang layak untuk masyarakat,” katanya.

Dalam proses pembangunannya, warga binaan Lapas Sukabumi turut dilibatkan untuk bekerja bersama tenaga profesional. Selain mendapatkan pengalaman kerja, mereka juga memperoleh premi atas keterlibatannya dalam proyek sosial tersebut.

Agus mengungkapkan, hingga saat ini jajaran pemasyarakatan telah berhasil merealisasikan pembangunan dan bedah sebanyak 24 unit rumah tidak layak huni di berbagai daerah. Program tersebut akan terus diperluas melalui target nasional bertajuk “Satu Lapas, Satu Bedah Rumah” dengan sasaran jangka panjang mencapai 530 unit rumah layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Maryono, buruh harian serabutan asal Warungkiara. Selama puluhan tahun, ia bersama keluarganya tinggal di rumah bilik bambu yang telah lapuk dan kerap bocor saat hujan turun.

“Kondisi rumah sebelum dibedah istilahnya bilik bambu bocor-bocor, makanya dengan adanya bedah rumah amat sangat terbantu,” ungkap Maryono.

Kini rumah yang ditempati Maryono bersama istri, anak dan ibunya telah berubah menjadi hunian yang lebih kokoh, aman, dan layak huni, memberikan harapan baru bagi keluarganya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

(AZ)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.