Empat Hari di Jenewa, Delegasi Buruh Banten Aktif Suarakan Isu Pekerja hingga Perkuat Diplomasi Internasional

oleh -435 Dilihat
oleh
Delegasi Buruh Banten bersama perwakilan negara lain aksi tolak genosida di sela kegiatan ILC Ke-114 di Jenewa Swiss.
banner 468x60

Jenewa|Swiss, Cybernewsnasional.com – Delegasi buruh Indonesia asal Provinsi Banten menunjukkan peran aktif dalam rangkaian pelaksanaan International Labour Conference (ILC) ke-114 yang digelar International Labour Organization (ILO) di Jenewa, Swiss. Memasuki hari keempat konferensi, para delegasi tidak hanya terlibat dalam pembahasan berbagai isu strategis ketenagakerjaan global, tetapi juga membangun jejaring internasional serta menunjukkan solidaritas kemanusiaan bersama gerakan pekerja dunia.

Pada hari kedua konferensi, delegasi pekerja Indonesia asal Banten mengikuti sejumlah sidang komite strategis yang membahas penerapan standar ketenagakerjaan internasional, pekerjaan layak dalam ekonomi platform digital, penguatan dialog sosial, kebebasan berserikat, serta kesetaraan gender di dunia kerja.

banner 336x280

Berbagai pembahasan tersebut menjadi momentum penting bagi delegasi Indonesia untuk menyerap perkembangan kebijakan ketenagakerjaan global sekaligus memperjuangkan kepentingan pekerja Indonesia di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

Memasuki hari ketiga, delegasi buruh Indonesia turut ambil bagian dalam aksi solidaritas internasional untuk Palestina yang digelar di kawasan Broken Chair, Jenewa. Bersama perwakilan serikat pekerja dari berbagai negara, para peserta menyuarakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina sebagai bentuk kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian dunia.

Sekretaris DPD KSPSI Provinsi Banten sekaligus Ketua DPD FSP LEM SPSI Provinsi Banten, Dewa Sukma Kelana, mengatakan bahwa gerakan pekerja tidak hanya memperjuangkan hak-hak buruh, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung berbagai perjuangan kemanusiaan di tingkat global.

Suasana kegiatan hari kedua dalam International Labour Confederation di Jenewa Swiss.

Pada hari keempat, delegasi pekerja Indonesia melanjutkan aktivitas diplomasi ketenagakerjaan dengan melakukan pertemuan bersama Presiden International Labour Confederation (ILC) Ali Yalcin dan Sekretaris Jenderal ILC Hamza Oksuz. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama antara organisasi pekerja Indonesia dan Turki, mulai dari penguatan kapasitas serikat pekerja, pendidikan kepemimpinan, peningkatan kompetensi pekerja, hingga pengembangan dialog sosial dan kerja sama internasional.

Delegasi Indonesia juga menyampaikan berbagai perkembangan ketenagakerjaan nasional serta komitmen untuk terus memperjuangkan pekerjaan layak, perlindungan hak-hak pekerja, dan peningkatan kesejahteraan buruh melalui kolaborasi internasional yang konstruktif.

Dewa Sukma Kelana menilai rangkaian kegiatan selama empat hari pertama ILC ke-114 memberikan pengalaman dan wawasan berharga bagi gerakan pekerja Indonesia, khususnya dari Banten.

“Melalui forum ini kami dapat mengikuti perkembangan kebijakan ketenagakerjaan dunia, memperluas jejaring internasional, sekaligus memperkuat upaya memperjuangkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja Indonesia,” terangnya, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (04/06/2026).

Delegasi buruh asal Banten yang tergabung dalam delegasi pekerja Indonesia terdiri atas Alam (Ketua Umum FSP KAHUT), Mochamad Edi Priyanto (Sekjen FSP KEP), Prawoto Juritno Sujud (Ketua Umum FSP NIBA), Ananda Tri Rizki (Ketua PUK SPSI PT Gajah Tunggal), Tata Wasta (Sekjen FSP TSK), dan Dewa Sukma Kelana.

ILC ke-114 berlangsung pada 1–12 Juni 2026 dan dihadiri delegasi dari 187 negara anggota ILO yang terdiri atas unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Forum ini menjadi sidang tertinggi ILO dalam merumuskan berbagai kebijakan dan standar ketenagakerjaan internasional guna menjawab tantangan dunia kerja global yang terus berkembang. (Ups)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.