Subling Ke-43 MUI Periuk, Jamaah Diajak Memaknai Qurban Lebih Mendalam

oleh -494 Dilihat
oleh
banner 468x60

KOTA TANGERANG, Cybernewsnasional.com – Suasana religius dan penuh kehangatan menyelimuti kegiatan Subuh Keliling (Subling) ke-43 yang digelar Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Periuk di Masjid Al Muhajirin RW 05, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk Kota Tangerang. Minggu (17/5/2026).

Kegiatan yang rutin dilaksanakan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi ulama, umaro, dan masyarakat. Hadir dalam kegiatan itu Lurah Periuk Jaya Muhdi Komarudin, Bhabinkamtibmas, para ketua DKM, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, majelis ta’lim, serta jamaah Masjid Al Muhajirin.

banner 336x280

Dalam tausiyahnya, K.H. Muhammad Yasin menyampaikan materi bertema “Menyambut Kemuliaan Idul Qurban”. Ia mengajak jamaah memahami makna qurban secara lebih mendalam, bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga sebagai proses penyucian diri dan penguatan spiritual kepada Allah SWT.

“Qurban itu asalnya dari Allah, berjalan di jalan Allah, menuju ridho Allah dengan pertolongan Allah,” ujar K.H. Muhammad Yasin di hadapan jamaah.

Ia menjelaskan bahwa qurban memiliki empat tingkatan. Pertama, qurban syariat yang diwujudkan melalui penyembelihan hewan qurban. Kedua, qurban tarekat, yakni menyembelih sifat-sifat buruk dan sifat kebinatangan dalam diri manusia.

“Selanjutnya qurban hakikat adalah kemampuan manusia menundukkan ego dan hawa nafsunya. Sedangkan qurban ma’rifat merupakan tingkatan spiritual tertinggi, ketika hati seorang hamba hanya tertuju kepada Allah SWT,” jelasnya.

Tausiyah tersebut mendapat perhatian serius dari jamaah karena dinilai mampu memberikan pemahaman yang lebih luas tentang esensi Idul Adha dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun akhlak, kepedulian sosial, dan keikhlasan.

Sementara itu, Lurah Periuk Jaya Muhdi Komarudin mengapresiasi konsistensi kegiatan Subling yang dinilai mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menjaga kekompakan masyarakat di wilayah Periuk Jaya.

Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Subling bukan hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga ruang mempererat komunikasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu membangun kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Menjelang Idul Adha, momentum qurban harus dimaknai sebagai semangat berbagi, kepedulian sosial, dan pengorbanan demi kebaikan bersama,” ujar Muhdi Komarudin.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan lingkungan serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada warga yang membutuhkan.

“Semangat qurban harus menghadirkan rasa empati dan solidaritas sosial. Mudah-mudahan kegiatan Subling ini terus menjadi perekat kebersamaan warga Periuk Jaya,” tambahnya.

Melalui kegiatan Subling ke-43 ini, Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Periuk berharap masyarakat semakin memahami makna qurban secara hakiki serta menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

*** (Red) ***

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.