Ir. Ediaman Sinaga Bersama GMI Tanam 500 Pohon Mahoni di TPU Covid Sei Tamiang

oleh -632 Dilihat
oleh
banner 468x60

BATAM, Cybernewsnasional.com – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan sekaligus penghormatan terhadap korban pandemi kembali ditunjukkan oleh tokoh masyarakat Batam, Ir. Ediaman Sinaga. Bersama Gereja Metodis Indonesia (GMI), Melakukan penanaman 500 pohon mahoni di kawasan TPU Covid Sei Tamiang, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam.

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Bishop GMI, jemaat gereja, tokoh masyarakat, serta relawan ini berlangsung sejak pagi hingga siang hari, tepatnya pada Jumat (08-05-2026). Penanaman dilakukan secara gotong royong sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus penghormatan kepada para korban pandemi Covid-19 yang dimakamkan di lokasi tersebut.

banner 336x280

Ir. Ediaman Sinaga menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada penghijauan semata, tetapi juga memiliki makna kemanusiaan yang mendalam.

“Ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi tentang menanam harapan. Kita ingin kawasan ini menjadi lebih asri, teduh, dan menjadi pengingat bahwa kehidupan harus terus dijaga serta dilestarikan,” ujarnya.

Sementara itu, Bishop GMI dalam sambutannya mengajak seluruh jemaat untuk menjadikan aksi tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual dalam merawat alam.

“Merawat alam adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama. Apa yang kita tanam hari ini akan menjadi warisan bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

TPU Covid Sei Tamiang merupakan salah satu lokasi pemakaman yang memiliki nilai historis selama masa pandemi. Melalui kegiatan penanaman pohon ini, kawasan tersebut diharapkan dapat berubah menjadi ruang yang lebih hijau, teduh, dan memberikan nuansa pemulihan bagi masyarakat.

Kegiatan ini juga mencerminkan kolaborasi antara tokoh masyarakat dan lembaga keagamaan dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di tengah kehidupan sosial.

Ir. Ediaman Sinaga berharap, kegiatan ini dapat menjadi pemicu kesadaran kolektif masyarakat Batam untuk terus menjaga lingkungan serta menghargai nilai kehidupan, khususnya terhadap lokasi-lokasi yang memiliki nilai sejarah kemanusiaan.

***(Sihombing)***

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.