Dalam Sujudku”, Drama Religi dari Kisah Nyata Pernikahan Jarak Jauh Siap Tayang 16 April 2026

oleh -66 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA.Cybernewsnasional.com-Film drama religi Dalam Sujudku produksi Proj3ct 69 siap tayang pada 16 April 2026. Mengangkat kisah nyata, film ini menghadirkan perpaduan emosi, spiritualitas, dan refleksi kehidupan yang dekat dengan realitas masyarakat, khususnya dinamika rumah tangga dalam pernikahan jarak jauh.

Disutradarai oleh Rico Michael, Dalam Sujudku mengangkat cerita tentang luka, pengkhianatan, kesetiaan, hingga perjalanan menemukan kembali makna hidup di tengah ujian yang tidak mudah.

banner 336x280

“Drama itu sebenarnya kehidupan kita sehari-hari. Apalagi dalam pernikahan jarak jauh, di mana kepercayaan benar-benar diuji. Kita punya masalah, kita punya tantangan, tapi kita juga punya Tuhan yang selalu membuka jalan,” ujar Rico dalam konferensi pers di Jakarta.

Kisah Nyata yang Relatable

Film ini berangkat dari kisah nyata seorang istri yang tetap bertahan meski diterpa ujian perselingkuhan suaminya. Realitas seperti minimnya komunikasi, kesepian, hingga godaan dalam hubungan jarak jauh diangkat secara jujur dan tanpa menghakimi.

Alih-alih menghadirkan konflik yang meledak-ledak, film ini justru dibangun dengan pendekatan yang tenang dan reflektif. Penonton diajak memahami, menerima, dan menemukan makna di balik peristiwa yang menyakitkan.

Karakter Aisyah yang diperankan Vinessa Inez menjadi simbol keteguhan perempuan dalam menghadapi ujian rumah tangga.

“Saya merasa Aisyah itu sosok yang luar biasa. Kesabarannya tinggi sekali, dan itu jujur jadi tantangan buat saya karena berbeda jauh dengan diri saya,” ungkap Vinessa.

Kompleksitas Pria dalam Pernikahan Jarak Jauh

Di sisi lain, Marcell Darwin memerankan Farid, sosok suami yang tidak sempurna dan terjebak dalam kompleksitas hubungan jarak jauh.

“Farid itu bukan sosok yang sempurna. Dalam situasi tertentu, apalagi ketika jauh dari pasangan, manusia bisa goyah. Tapi dia belajar, dan itu yang menurut saya penting,” kata Marcell.

Menurutnya, peran ini cukup menantang hingga ia harus berdiskusi dengan sang istri sebelum menerima karakter tersebut, mengingat isu yang diangkat sangat dekat dengan realita banyak pasangan.

Proses Kreatif dan Pendalaman Emosi

Untuk membangun chemistry dan kedalaman karakter, para pemain menjalani proses reading selama kurang lebih tiga minggu. Proses ini menjadi kunci dalam menghadirkan emosi yang kuat saat syuting berlangsung.

Meski banyak adegan berat, suasana di lokasi tetap cair dengan selingan candaan para pemain. Namun, beberapa adegan tetap menuntut totalitas, seperti adegan sujud Farid yang menjadi simbol penyesalan dan titik balik kehidupannya.

“Ada momen lagi serius banget, tiba-tiba ada yang bercanda. Itu justru bikin suasana jadi cair,” ujar Marcell.

Lebih dari Sekadar Tontonan

Film ini juga diperkuat oleh deretan pemain seperti Denis Adhiswara, Naura Hakim, Riyuka Bunga, dan Chika Waode yang menghadirkan dinamika cerita lebih kaya, termasuk sentuhan komedi yang natural.

Nuansa emosional film semakin kuat melalui original soundtrack “Titipan Ilahi” yang dibawakan Evelyn Wijaya.

Dengan durasi di bawah dua jam, Dalam Sujudku tetap efektif menyampaikan pesan tentang kesabaran, keikhlasan, serta pentingnya menjaga kepercayaan dalam hubungan.

Refleksi Kehidupan

Lebih dari sekadar hiburan, film ini menjadi refleksi kehidupan. Penonton diajak melihat kembali arti kesalahan, pengampunan, dan kesempatan untuk kembali pulang—tidak hanya kepada pasangan, tetapi juga kepada Tuhan.

Dalam Sujudku diharapkan menjadi tontonan sekaligus tuntunan, yang mengingatkan pentingnya kesabaran, keikhlasan, dan kekuatan doa dalam menghadapi ujian hidup.

Dengan kekuatan kisah nyata, akting emosional, serta pesan religi yang mendalam, film ini berpotensi menjadi salah satu drama keluarga yang relevan dan menyentuh hati penonton Indonesia.

 

( Sunarno)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.