KONI DKI Data 700 Calon Pelatda, Bidik Juara Umum PON 2028

oleh -205 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA.Cybernewsnasional.com-KONI DKI Jakarta melakukan pendataan terhadap 700 calon tim pelatihan daerah (Pelatda) sebagai langkah awal menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pendataan yang berlangsung di Lantai 4 Gedung KONI DKI Jakarta, Jalan Tanah Abang I, Jakarta Pusat ini mencakup pelatih, asisten pelatih (aspel), serta atlet. Proses ini bertujuan untuk menelusuri jejak rekam prestasi sekaligus memastikan kondisi kesehatan para calon Pelatda.

banner 336x280

Data yang terkumpul selanjutnya akan dianalisis dan menjadi rujukan bagi Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dalam menyusun program pembinaan atlet berprestasi.

Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Prof. Dr. Hidayat Humaid, M.Pd, menegaskan bahwa pendataan ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan kekuatan Jakarta menghadapi PON 2028.

“Pendataan ini penting untuk melihat jejak rekam seluruh atlet yang akan dipersiapkan menuju PON NTT dan NTB,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Prof HH itu juga mengingatkan seluruh pelatih, asisten pelatih, dan atlet agar tetap menjaga komitmen dalam mengharumkan nama Jakarta, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ia menambahkan, target besar yang diemban KONI DKI Jakarta tidak ringan. Dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci dalam meraih prestasi tertinggi.

“Target kita juara umum. Insya Allah dengan kekompakan tim, cita-cita menjadi juara umum bisa terwujud,” tegas profesor bidang olahraga dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut.

Lebih lanjut, Prof HH menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun prestasi olahraga.

“Untuk mewujudkan prestasi itu harus didukung semua pihak, bukan hanya KONI,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum I KONI DKI Jakarta, Fatchul Anas, menjelaskan bahwa kegiatan pendataan berlangsung selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat, 7–10 April 2026.

“Setiap hari dibagi menjadi dua sesi, yaitu pukul 10.00 WIB dan 13.00 WIB. Setelah pendataan, akan dilakukan verifikasi, kemudian dilanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS),” jelasnya.

Menurut Anas, pendataan ini merupakan tahapan awal dalam proses panjang pembinaan atlet menuju PON 2028.

“Kegiatan ini bukan yang pertama dan akan terus dilakukan secara berkala. Kami akan terus melakukan analisa dan evaluasi untuk mendapatkan atlet yang benar-benar berkualitas,” pungkasnya.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.