Beberapa Bulan Tanpa Titik Terang, Ibu di Sukabumi Pertanyakan Kelanjutan Laporan Pelecehan Seksual pada Anak

oleh -2550 Dilihat
oleh
banner 468x60

SUKABUMI, Cybernewsnasional.com Harapan seorang ibu berinisal YM (32) di Kabupaten Sukabumi untuk mendapatkan keadilan bagi anaknya telah sampai pada titik yang melelahkan. Menurutnya, kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang ia laporkan, hingga kini masih berjalan di tempat.

Laporan tersebut diajukan ke Polres Sukabumi pada 12 November 2025, dengan nomor LP/B/594/XI/2025/SPKT/Polres Sukabumi. Namun setelah lebih dari empat bulan, perkembangan kasus disebut belum menunjukkan titik terang.

banner 336x280

Kasus ini bermula pada 6 Oktober 2025, saat YM membawa anaknya ke RSUD Palabuhanratu akibat keluhan serius disertai pendarahan. Sebelumnya, korban sempat mendapat penanganan dari bidan desa.

Hasil pemeriksaan medis kala itu mengarah pada dugaan adanya tindakan tidak wajar. Temuan tersebut mendorong YM menempuh jalur hukum.

Namun, proses yang dijalani tidak semudah harapan. YM mengaku terus menerima jawaban serupa dari penyidik: menunggu hasil ahli forensik dan keterangan dokter.

“Saya datang ke polisi menanyakan perkembangan, tapi jawabannya masih sama, menunggu,” ujar YM, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, penyidik masih menanti hasil pemeriksaan lanjutan dari ahli forensik serta keterangan tambahan dari dokter yang sebelumnya menangani korban.

Keterbatasan informasi pun membuat YM semakin kebingungan. Ia mengaku tidak mendapat penjelasan rinci terkait hasil medis.

“Saya hanya diberi penjelasan terbatas. Bahkan disebut ada kemungkinan lain, tapi saya bantah karena saya tahu kondisi anak saya,” tegasnya.

Di sisi lain, kata YM, polisi disebut tidak dapat memaksakan keterangan tenaga medis karena statusnya sebagai saksi. Kondisi ini membuat proses pembuktian berjalan lambat.

YM bahkan diminta mencari klarifikasi sendiri ke pihak rumah sakit. Namun upaya itu tak membuahkan hasil karena dokter yang dimaksud tidak berada di tempat.

Upaya melalui pendamping hukum juga belum maksimal. Komunikasi disebut hanya berlangsung via telepon tanpa pendampingan langsung.

Dalam keputusasaan, YM sempat mengunggah video pengakuan anaknya ke media sosial hingga viral. Namun langkah tersebut justru berujung teguran.

“Saya didatangi aparat, lalu diminta menghapus video karena dianggap bisa merusak nama institusi,” keluhnya.

Ironisnya, setelah video tersebut viral, baru terlihat adanya langkah lanjutan dari aparat, termasuk pemanggilan ahli forensik. YM dan anaknya bahkan menjalani pemeriksaan hingga empat jam.

Namun setelah itu, situasi kembali stagnan. Bahkan yang terjadi usai laporan kasus bergulir adalah “bullying” yang menimpa anaknya makin deras.

“Habis itu tidak ada kabar lagi. Saya harus datang sendiri ke polres untuk bertanya,” katanya.

Hingga kini, YM masih bertahan dengan harapan sederhana: keadilan bagi anaknya yang terkadang jadi korban perundungan.

“Saya hanya ingin pelaku terungkap dan proses ini tidak berhenti di tengah jalan. Ditambah sedih dan sakit hati kalau anak sudah mengadu sambil menangis karena sudah diejek oleh temannya atau orang dewasa,” tandasnya.

Saat Cybernewsnasional.com melakukan konfirmasi ke Unit PPA Satreskrim Polres Sukabumi melalui nomor WA Kanit terdahulu disampaikan bahwa yang bersangkutan telah berganti tugas dan digantikan oleh perwira lainnya.

Sampai dengan ditayangkanya berita ibu belum didapatkan keterangan resmi dari pihak kepolisian atas perkembangan kasus tersebut.

(AZ)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.