Lautan Jemaah Tumpah di Al Istiqlaliyyah, Pesan Abah Entoh Menggetarkan: Takdir Allah adalah Nikmat Tertinggi

oleh -404 Dilihat
oleh
banner 468x60

KABUPATEN TANGERANG, Cybernewsnasional.com – Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati kawasan Pondok Pesantren Al Istiqlaliyyah, Cilongok, Pasar Kemis, pada Sabtu malam (28/3/2026). Kehadiran mereka dalam jumlah besar itu untuk mengikuti rangkaian Haul Akbar ke-25 Abuya Dimyati, Haul ke-5 Abuya Uci Turtusi, sekaligus haul keluarga besar Al Istiqlaliyyah.

Suasana religius terasa begitu kuat sejak awal acara. Para ulama, kiai, pimpinan pesantren hingga pejabat daerah turut hadir, di antaranya Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid dan Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.

banner 336x280

Tokoh kharismatik KH Tohawi Romli yang akrab disapa Abah Entoh menjadi pusat perhatian saat menyampaikan tausiyah. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa kawasan Cilongok bukan sekadar lokasi acara, melainkan rumah bersama bagi umat Islam tanpa sekat.

“Siapa pun yang datang ke sini adalah tamu yang dimuliakan. Tidak ada istilah datang tanpa undangan, semuanya bagian dari keluarga besar,” ungkapnya di hadapan ribuan jemaah.

Di tengah ceramahnya, Abah Entoh juga menyinggung kondisi kehidupan masyarakat saat ini. Ia mengajak umat untuk tetap menjaga kepercayaan terhadap pemerintah dalam mengelola negara, sembari memanjatkan harapan agar kesejahteraan rakyat semakin membaik.

Ia pun menyampaikan doa yang langsung diamini jemaah, berharap kebutuhan pokok tetap terjangkau dan taraf hidup masyarakat meningkat.

Memasuki inti tausiyah, Abah Entoh mengajak jemaah merenungi makna kehidupan melalui sudut pandang spiritual. Ia menekankan bahwa keindahan sejati bukan terletak pada dunia, melainkan pada penerimaan terhadap ketentuan Allah.

“Tidak ada yang lebih indah daripada menerima takdir Allah dengan ikhlas. Di situlah letak kenikmatan tertinggi seorang hamba,” pesannya dengan penuh penekanan.

Menjelang penutup, ia mengingatkan pentingnya menjaga kewajiban ibadah, khususnya salat dan mengganti puasa Ramadan bagi yang memiliki tanggungan. Menurutnya, ketaatan adalah kunci untuk merasakan ketenangan hidup.

Haul Akbar tersebut ditutup dengan doa bersama, memohon keselamatan bangsa serta keberkahan bagi para ulama dan seluruh jemaah. Acara ini sekaligus menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

***(Red)***

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.