Tugboat ASL Mega Tenggelam di Batam, 3 Kru Tewas, Status Kapal Disorot

oleh -451 Dilihat
oleh
banner 468x60

BATAM, Cybernewsnasional.com – Insiden tragis kembali terjadi di kawasan galangan kapal PT ASL Shipyard di Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam. Sebuah kapal tugboat bernama ASL Mega dilaporkan terbalik dan tenggelam di area perairan galangan pada Jumat (6/3/2026). Peristiwa tersebut menewaskan tiga orang kru kapal, sementara dua kru lainnya berhasil diselamatkan.

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, kapal tugboat itu terbalik saat berada di antara dua kapal berukuran besar ketika sedang melakukan manuver di perairan galangan.

banner 336x280

Salah seorang sumber yang berada di lokasi kejadian mengungkapkan, tugboat tersebut diduga terjepit di antara dua kapal besar saat sedang merapikan posisi untuk memberi ruang bagi kapal tanker yang akan masuk ke area galangan.

“Tugboat itu namanya ASL Mega. Mereka sedang merapikan posisi karena ada kapal tanker besar yang mau masuk. Tugboat ini diapit dua kapal besar, lalu terjepit dan akhirnya terbalik,” ungkap sumber tersebut kepada wartawan.

Tragedi yang merenggut tiga nyawa itu tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga memunculkan sejumlah pertanyaan serius di tengah publik terkait status kepemilikan kapal dan tanggung jawab operasional di lokasi kejadian.

Dalam sejumlah pemberitaan sebelumnya, pihak agensi PT Pradana Samudra Lines disebut menyatakan bahwa tugboat ASL Mega merupakan milik perusahaan mereka, dan bukan milik PT ASL Shipyard Indonesia.

Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak PT ASL Shipyard belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tenggelamnya tugboat tersebut yang terjadi di area perairan galangan kapal mereka. Hal ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai siapa yang bertanggung jawab terhadap keselamatan aktivitas operasional di kawasan tersebut.

Peristiwa ini juga menjadi sorotan karena terjadi sekitar 10 hari setelah Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, melakukan inspeksi mendadak ke kawasan galangan kapal tersebut pada 24 Februari 2026. Dalam kunjungan itu, Menaker menegaskan pentingnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan galangan kapal yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Ia bahkan memberikan peringatan keras agar tidak lagi terjadi kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa di kawasan industri perkapalan tersebut.

Insiden tenggelamnya tugboat ASL Mega juga mengingatkan publik pada rangkaian kecelakaan kerja yang sebelumnya pernah terjadi di galangan yang sama. Salah satunya kebakaran kapal tanker MT Federal II pada 24 Juni 2025 saat proses perbaikan, yang menewaskan empat orang pekerja.

Beberapa bulan kemudian, kapal yang sama kembali mengalami ledakan dan kebakaran pada Oktober 2025 saat masih dalam proses perbaikan di galangan tersebut. Insiden kedua itu dilaporkan menelan korban lebih besar, dengan belasan pekerja meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan di dalam tangki kapal.

Selain dua tragedi besar tersebut, informasi yang beredar di kalangan pekerja juga menyebut pernah terjadi insiden pekerja meninggal dunia akibat tersengat listrik di area galangan sebelum peristiwa tenggelamnya tugboat ASL Mega.

Dengan rangkaian peristiwa tersebut, publik kini menunggu hasil investigasi dari otoritas terkait. Masyarakat mempertanyakan apakah insiden ini murni kecelakaan operasional atau ada persoalan serius terkait sistem keselamatan kerja yang belum sepenuhnya terungkap di balik serangkaian tragedi di kawasan galangan kapal tersebut.

***(Sihombing)***

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.