Longsor Gunung Sampah di TPST Bantargebang, Empat Tewas dan Sejumlah Korban Diduga Masih Tertimbun

oleh -236 Dilihat
banner 468x60

BEKASI.Cybernewsnasional.com-Longsor gunung sampah terjadi di kawasan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan korban jiwa serta menimpa sejumlah truk sampah yang tengah beroperasi di lokasi.

Longsor terjadi di area TPST DKI Jakarta Zona 4C, RT 004/RW 004, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang. Tumpukan sampah yang runtuh menutup akses jalan di area TPST serta menimpa sebuah warung kopi dan beberapa truk sampah.

banner 336x280

Kapolres Metro Bekasi Kota Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, berdasarkan pendataan sementara terdapat empat orang yang meninggal dunia akibat tertimbun longsoran sampah.

“Korban meninggal dunia masing-masing berinisial S (60), seorang pedagang kopi di lokasi, EW (26) pemulung, DS (22) sopir truk asal Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, serta IS (40) yang juga bekerja sebagai sopir truk,” ujar Kusumo dalam keterangannya.

Selain korban meninggal dunia, dua orang sopir truk dilaporkan selamat dalam kejadian tersebut, yakni J dan R.

Polisi juga menduga masih ada korban lain yang tertimbun longsoran. Berdasarkan data sementara, jumlah korban diperkirakan mencapai sekitar 10 orang, yang terdiri dari lima sopir truk sampah dan lima warga sekitar yang beraktivitas sebagai pemulung.

Peristiwa longsor pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang saat itu sedang melakukan kontrol keamanan di area TPST setelah beristirahat di sebuah warung kopi. Saksi mendengar teriakan warga yang mengabarkan adanya longsor, kemudian melihat gunungan sampah tiba-tiba runtuh menutup jalan serta menimpa warung dan beberapa truk sampah.

Setelah kejadian tersebut, informasi langsung disebarkan melalui grup komunikasi keamanan TPST sehingga petugas segera menuju lokasi kejadian.

Anggota piket Polsek Bantargebang yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan, pendataan korban, serta membantu proses evakuasi.

Hingga saat ini proses pencarian korban masih terus dilakukan dengan menggunakan alat berat berupa ekskavator.

Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, di antaranya TNI, Kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bekasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar Kota Bekasi, Palang Merah Indonesia, relawan, serta aparat Kecamatan Bantargebang dan Kelurahan Sumur Batu.

Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono juga turun langsung ke lokasi untuk meninjau proses evakuasi serta memastikan penanganan korban berjalan maksimal. Keduanya memberikan arahan kepada personel gabungan agar fokus pada pencarian korban yang diduga masih tertimbun longsoran sampah.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.