Tragedi Tugboat di PT ASL Shipyard Batam: 3 Pekerja Tewas, Aktivis Buruh Tagih Janji Menaker Soal K3

oleh -873 Dilihat
oleh
banner 468x60

BATAM, Cybernewsnasional.com – Tragedi kecelakaan kerja kembali mengguncang kawasan industri galangan kapal di Batam. Sebuah insiden yang melibatkan kapal tugboat di area galangan PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau, menewaskan tiga pekerja pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lapangan, kecelakaan terjadi saat sebuah kapal tugboat tengah melakukan aktivitas menarik kapal berukuran besar di area galangan. Di dalam kapal tersebut terdapat lima orang pekerja. Tiga di antaranya dilaporkan meninggal dunia, sementara dua pekerja lainnya berhasil selamat dari insiden tragis tersebut.

banner 336x280

Seluruh korban kemudian dilarikan ke RS Mutiara Aini Batu Aji untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau, Dicky Wijaya, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kecelakaan kerja tersebut dan menjelaskan kronologi awal kejadian.

“Kronologisnya, kapal tugboat sedang menarik kapal besar. Di dalamnya ada lima orang, tiga meninggal dunia dan dua selamat. Saat ini korban sedang ditangani pihak rumah sakit dan kasusnya dalam penyelidikan kepolisian,” ujar Dicky Wijaya.

Saat tim media mencoba melakukan konfirmasi langsung ke lokasi perusahaan, petugas sekuriti di pintu masuk tidak memberikan keterangan resmi. Melalui komunikasi handy talky (HT) dengan pihak internal perusahaan, disampaikan bahwa manajemen PT ASL Shipyard Indonesia belum dapat memberikan pernyataan terkait kejadian tersebut.

Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan kerja yang terjadi di area galangan kapal tersebut.

Sorotan Serius terhadap Penerapan K3

Insiden ini kembali memunculkan sorotan tajam terhadap penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor industri galangan kapal di Batam yang dikenal memiliki risiko kerja tinggi.

Berdasarkan penelusuran media ini, kecelakaan kerja yang menimbulkan korban jiwa di kawasan galangan kapal tersebut diketahui telah terjadi beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai sejauh mana standar keselamatan benar-benar diterapkan di lingkungan kerja.

Aktivis Buruh Tagih Janji Pemerintah

Menanggapi tragedi tersebut, aktivis buruh Batam, Anugrah Gusti, menyatakan pihaknya akan menuntut pertanggungjawaban apabila dalam penyelidikan ditemukan adanya unsur kelalaian.

“Jika nantinya ditemukan unsur kelalaian, maka kami akan menagih janji pemerintah, khususnya Menteri Ketenagakerjaan yang sebelumnya telah memberikan peringatan terkait penerapan K3 di perusahaan tersebut,” ujar Anugrah Gusti melalui pesan singkat.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli diketahui telah memberikan peringatan langsung kepada manajemen PT ASL Shipyard Indonesia saat melakukan kunjungan ke lokasi galangan kapal pada 24 Februari 2026.

Dalam kunjungan yang juga didampingi Kadisnakertrans Kepri, Menaker menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu menjatuhkan sanksi tegas apabila perusahaan mengabaikan rekomendasi terkait penerapan standar K3.

Peringatan tersebut disampaikan menyusul rentetan kecelakaan kerja fatal yang terjadi di lingkungan perusahaan sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026.

Kini, dengan kembali terjadinya insiden yang menelan korban jiwa, publik menunggu langkah tegas pemerintah serta hasil penyelidikan aparat penegak hukum untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran standar keselamatan kerja dalam tragedi tersebut.

***(Sihombing)***

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.